JAKARTA, Berita HUKUM - Setelah sepekan lebih dalam penyekapan sang penculik, Siti Nurjanah atau Nana, putri pengusaha Muzdalifah berhasil ditemukan. Aparat tim Resmob Polda Metro Jaya berhasil membebaskan Nana dari sekapan penculik di kawasan Cibubur.
Kasubdit Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan saat dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut.
"Iya betul, baru ditemukan subuh tadi oleh anggota di Cibubur," kata Herry di kantornya, Sabtu (26/1).
Nana berhasil ditemukan anggota Resmob pada pukul 03:30 WIB tadi di Jalan S Parman, Narogong, Cibubur. Saat ditemukan, kondisi Nana sedikit lemas.
"Nana-nya sudah ada di kantor, dia masih mengantuk dan lemas," kata Herry.
Kabar menggembirakan ini sudah sampai di telinga Muzdalifah. Ia dan suaminya, pedangdut Nassar 'KDI' langsung menuju ke Polda Metro Jaya untuk bertemu putrinya itu.
Sudah sepekan lebih, Nana menghilang. Nana diduga diculik pada Kamis (17/1) kemarin saat jajan di depan sekolahnya, SDN 6 Tangerang.
Selain telah menangkap satu dari dua pelaku penculikan Siti Nurjanah atau Nana, Polisi saat ini juga masih memburu seorang pelaku lainnya yang ikut membantu dalam penculikan tersebut.
"Satu lagi masih dalam pengejaran. Saat ditangkap yang bersangkutan melarikan diri," kata Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan.
Tersangka yang melarikan diri adalah Asep. Saat disergap, Asep kabur lewat plafon rumah kontrakan tersangka di Jl S Parman, Narogong, Cileungsi, Jawa Barat.
"Tersangka berhasil kabur setelah menjebol atap plafon," kata Herry.
Tersangka Asep adalah orang yang ikut bersama tersangka Fadlun Hariyanto saat menculik Nana di depan SDN 6 Tangerang. Saat itu, Asep membonceng Fadlun dan Nana.
Asep adalah mantan rekan kerja Fadlun saat keduanya bekerja di sebuah perusahaan minuman ringan.
"Asep yang ngejagain Nana kalau saya sedang bekerja," ujar Fadlun kepada penyidik.
Sementar, motif penculikan Siti Nurjanah atau Nana tidak hanya ekonomi. Penculik putri kedua pengusaha Muzdalifah ini ternyata tidak senang melihat Nassar 'KDI' yang merupakan ayah tiri Nana itu sering tampil di televisi.
"Menurut pengakuan tersangka, dia tidak suka melihat Nassar sering tampil di televisi, muncul di sana-sini," kata Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan, Sabtu (26/1).
Lalu, mengapa harus Nassar yang menjadi sasaran pelaku? Herry mengatakan, saat diinterogasi penyidik Resmob Polda Metro Jaya, penculik bernama Fadlun Hariyanto mengaku tidak senang dengan Nassar yang menonjolkan harta kekayaan Muzdalifah.
"Pengakuan tersangka dia tidak suka melihat Nassar pamer kekayaan," kata Herry.
Herry mengungkapkan, tersangka mengetahui kekayaan Nassar dari tayangan infotainment dan internet. Tersangka juga mengetahui Nana bersekolah di SDN 6 Tangerang.
"Dia cari-cari di internet terus lihat di televisi juga, di infotainment-infotainment," ungkap Herry.
Tersangka kemudian memanfaatkan situasi tersebut untuk memeras ibu korban.
"Jadi saya pikir dia punya banyak uang sehingga kalau anaknya diculik, bisa minta tebusan," kata tersangka kepada penyidik.(dbs/bhc/opn) |