Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
UMKM
Anjungan Kaltim di TMII Perlu Perbaikan Menyeluruh
2019-12-10 06:09:30
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Sebagai wadah promosi dan pusat informasi, tujuan dibangunnya Anjungan Kaltim itu adalah bagaimana membuat suatu kawasan yang dipersiapakan untuk ekonomi kreatif atau rumah besar Kaltim. Namun, kondisinya saat ini masih jauh dari layak.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Puji Setyowati ketika bersama koleganya Komisi IV melakukan kunjungan kerja ke Anjungan Kaltim di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta, Kamis (5/12).

Ia menilai Anjungan Kaltim dari waktu ke waktu belum mampu menjadi rumah besar Kaltim yang membuat semua gambaran tentang kondisi perekonomian, kebudayaan, hingga potensi alam yang jarang dimiliki daerah lain.

Dicontohkannya, sejumlah bangunan banyak yang perlu diperbaiki termasuk kurangnya update informasi yang menjelaskan jadwal kegiatan atau even yang diselenggarakan di seluruh kabupaten/kota se Kaltim seperti Festival Mahakam, Erau, Hudoq dan lainnya.

Kondisi itu jauh berbeda ketika pihaknya mengunjungi Anjungan dari daerah lain seperti Nusa Tenggara Barat yang menggambarkan semua potensi kekayaan alamnya sehingga pengunjung seolah berada di daerah tersebut.

"Begitu mau masuk di depan disambut dengan patung besar Komodo yang merupakan satu-satunya di Indonesia. Branding ini penting sebagai ciri khas suatu daerah yang dieksplor guna meningkatkan jumlah wisatawan dan investasi," jelasnya.

Dalam rangka mewujudkan semua itu maka diperlukan adanya Detail Engineering Design (DED) yang menggambarkan perencanaan pembangunan sebagai pembenahan dan perbaikan Anjungan Kaltim yang mencerminkan Kaltim.

Politikus Demokrat itu mencontohkan seperti pembenahan bangunan perkantoran, rumah lamin, panggung pertunjukan dan lainnya sebab tidak hanya menyajikan informasi tentang daerah saja akan tetapi harus dilengkapi dengan pengembangan ekonomi kreatif.

"Barang-barang hasil UMKM juga penting untuk kemudian ditampilkan di Anjungan Kaltim, tidak hanya berupa kerajinan tangan saja tetapi juga hasil olahan buah-buahan, dan tanaman yang merupakan ciri khas daerah. Dengan demikian akan tercipta multiplier effect ekonomi kreatif," ujarnya.(hms4/dpr/bh/gaj)



 
   Berita Terkait > UMKM
 
  Ketua MPR RI Bamsoet: ARDIN Harus Dorong Peningkatan Digitalisasi Usaha
  Kredit Pembiayaan UMKM OJK, Wakil Ketua MPR: Langkah Strategis dalam Pemberdayaan Ekonomi Rakyat
  Masih Ada 64 Juta UMKM Belum Tersentuh Program PEN
  Syarief Hasan: UMKM Perlu Mendapat Perlindungan dan Bantuan Di Masa Pandemi
  PPN akan Naik, Wakil Ketua MPR: Rakyat khususnya Pelaku UMKM Semakin Terjepit
 
ads1

  Berita Utama
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

 

ads2

  Berita Terkini
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya

Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa

Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2