Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pemilu    
Konvensi Rakyat
Anni Iwasaki Bertekad Menjadi Kandidat Capres RI dari Konvensi Rakyat
Monday 23 Dec 2013 10:06:07
 

Dr.(HC) Anni Iwasaki, Penulis yang berdomisili di Jepang dan menjabat Presiden Pusjuki (Pusat Studi Jepang untuk Peningkatan di Indonesia).(Foto: BH/bar)
 
JAKARTA , Berita HUKUM - Disaat acara jumpa pers Konvensi Rakyat untuk Pilpres tahun 2014 mendatang, pembukaan tahap awal penggenalan dari 7 orang kandidat Capres RI 2014 dari Konvensi Rakyat yang dilaksanakan, Juma't (20/12) kemarin, disalah satu hotel di Jakarta Pusat.

Anni Iwasaki yang sudah lama berhijrah di negeri sakura, atau Jepang ini terpilih dan ingin mengembangkan niat dan kegigihannya untuk mensejahterakan rakyat Indonesia. Anni Iwasaki sendiri sudah banyak mempelajari tumbuhnya kesejahteraan yang dimiliki negeri sakura yang sudah lama dihuninya tersebut, yang seyogyanya dapat memupuk dan menciptakan kondisi tersebut di negeri kelahirannya Indonesia atau bisa disebut dengan menyetarakan kedudukannya seperti negara Jepang yang sudah maju, dan kesejahteraan, teknologi yang maju dan berbagai hal lainnya.

"Ketenagakerjaan itu memberikan keterampilan, kalau pembagunan manusia itu ibarat human development, sosial development, itu adalah karakter building yang dibangun ini adalah orang tua baru, itukan 2 juta pertahun, itukan ada ibu, ada anak, ada bapak. Tapi bukan mendidik anak itu sendiri, tapi dengan mendidik, kita sudah muncul menjadi orang tua yang bermartabat, terukur akademik universal di masyarakat. Seorang istri bisa mengerti, bisa berkontrubusi dengan suaminya dalam menegakkan rumah tangga," jelas Anni Iwasaki menerangkan seusai acara Konvensi Rakyat Capres RI 2014 dengan tagline; Gotong Royong Pilih Pemimpin!.

Menurutnya, tidak berdayanya Undang-undang yang sudah sah untuk kemakmuran setiap individu rakyat khususnya, yang sudah membentuk rumah tangga yang ada di undang-undang perkawinan.

"Adanya undang-undang pernikahan no 1 tahun 1974, itu di undangkan tetapi tidak dibiayai, apa gunanya itu undang-undang. Jadi untuk apa undang-undang, seperti anda sekarang, anda menikah gak bisa punya rumah tapi tanggung jawab sendiri, tapi ada undang-undang, tapi undang-undang itu kan ada fasilitas, ada dana, ada sarana dan prasarana untuk supaya tidak jatuh" jelasnya menambahkan.

Menurutnya juga pihak Penguasa, Pemerintahan dari orde lama hingga orde baru yang Anni dalami, hanya lebih banyak pada interaksi dalam teori yang tidak memapankan arti sesungguhnya arti demokrasi. Pemerintahan dianggap tidak bisa memanfaatkan keorganisasiannya dari Persatuan Bangsa-Bangsa, untuk memajukan bangsa.

"Pemerintahan selama ini dari orde lama sampai orde baru hanya sibuk dengan retorika bahasa politik saja, sampai ada demokrasi pancasila, demokrasi kerakyatan. Demokrasi punya satu saja; dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat, itu belum di implementasikan belum di danain, tapi di rombak, gak karu-karuan, karena gak bisa cari dana, untuk apa dia menjadi anggota PBB," tegas Anni Iwasaki wanita kelahiran Desa Tanjungtani Prambon, Kediri, Jawa Timur.

Anni yang sudah lama berkecimpung di dunia jurnalisme di media-media tersohor yang juga sebagai penulis di Indonesia, dari zaman orde lama hingga orde baru ini beranggapan juga bahwa, kemajemukan yang dirasakan di negeri ini dari segi pendapatan setiap individual yang masih dinilai rendah dan tingkat kesejahteraan masih dibawah rata-rata.

"Hanya ada komitmen perdagangan saja, kita jual barang mentah, kemudian jadi barang jadi, good goverment (pemerintah yang baik) itu ukurannya apa?, dia bisa hidup dengan gaji 60 juta perbulan, itukan rakyat, rakyat saja, cukuplah 2.000 saja, itukan bukan orang miskin, seluruh rakyat indonesia itu miskin pendapatannya, itukan 3.500 US dolar itu baru bruto loh!. Lalu angka kesejahteraan nomor 117, dan kualitas manusia nomor 122 itu sudah dibilang maju?. Saya besar di Indonesia sampai selesai SMA, saya pergi ke Jepang tahun 1974, saya ikut berjuang, kualitas manusia yang saya sandang sekarang ini nomor 10 dari segi derajat kesehatan, dan harapan hidup terlama dan paling sejahtera, berdasarkan survei PBB, di sandang wanita Jepang dan yang saya penggang, lalu kalau indonesia ini nomor 60 keatas," urainya.

Harapnya mengutamakan segi pendapatan dari setiap individu agar dapat menigkatkan kesejahteraan Indonesia, yang dapat disamakan seperti kesejahteraan negeri sakura Jepang, yang sudah lama di idamkannya agar dapat bersetara, dimulai dari target kesejahteraan yang dimulai dari keluarga.

"target setelah keluarga, pembagunan fasilitas keluarga, ini di survei lagi unsur keluarga itu apa?, terpenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesejahteraan sosial, lalu sandangnya apakah sudah memenuhi kebutuhan fisiknya, kualitas dan kuantitasnya, pangannya?. Ini nanti bisa memenuhi target pembagunan sandang, pangan, pendidikan dan kesejahteraan sosial. Satu orang perkapita itu 17.000 US dolar perkapita, itu sudah ada standar yang disebut terukur akedemik universal. Jadi kalau kalian ada 5 dikali 5 sementara itu masih standar, sedangkan di Jepang 45.000 US dollar, jadi kalau anda hanya dibiayai 3.500 US dollar," bandingnya lagi.

Lalu Anni Iwasaki menambahkan, untuk mengingatkan akan kondisi negara sebagai produk dunia kerja dinilai dari setiap insan rakyat, hanyalah sebagai hasil dari sistem penggajian semata atau hanya sebatas upah.

"Nanti kalau sudah datang investor, baru semuanya membuka lapangan kerja, kitakan cuma upah, ekonomi itu adalah produksi, Indonesia itu tidak mempunyai industri, adapun itu cuma industri rakitan saja, industri rakitan itu dana teknologinya dan pasarnya yang megangnya yah hanya orang investor, jadi anda hanya dapat 3.500 US dollar, ini bisa?! tapi harus sebagai progres implementasi, ada batas waktunya, ahli sains teknologi, sampai kita bisa mandiri. Jadi harus ada komisi politik, bukan hanya komitmen ekonomi," tutupnya.

Adapun niat dan keingginan besar Anni Iwasaki untuk menjadi bagian dalam memengang tampuk Pemerintahan sebagai Presiden agar dapat menyetarakan kemajuan bangsa dengan negara yang sudah banyak menjadikan dia paham akan arti kesejahteraan dan kemakmuran, bermasyarakat berbangsa yang sepantasnya dimiliki setiap individu Indonesia.(bhc/bar)



 
   Berita Terkait > Konvensi Rakyat
 
  Anni Iwasaki Bertekad Menjadi Kandidat Capres RI dari Konvensi Rakyat
  Try Sutrisno Imbau Tokoh Berkualitas Ikut Konvensi Rakyat
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2