Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
PT PAL
BAKN Minta PT PAL Tuntaskan Rekomendasi BPK
Friday 15 Feb 2013 09:27:26
 

Anggota BAKN, Kamaruddin Sjam.(Foto: Ist)
 
SURABAYA, Berita HUKUM - Dalam Kunjungan Kerja BAKN DPR RI ke PT PAL di Surabaya, Jatim, Kamis (14/2) diperoleh informasi belum dilaksanakannya sejumlah rekomendasi terkait temuan Pemeriksaan BPK RI atas kegiatan Penjualan, Pengadaan, Produksi, dan Investasi pada PT PAL Indonesia (Persero) Tahun Buku 2009, 2010, dan 2011 (Semester I). Bahkan ada rekomendasi yang belum dilaksanakan padahal sudah melewati batas waktu sesuai UU BPK.

"Dalam UU BPK rekomendasi itu wajib ditindaklanjuti dalam waktu 60 hari sedangkan ini sudah hampir satu tahun. Sejauh ini yang saya lihat penyelesaian bersifat administrasi sudah dijalankan sedangkan yang substantif belum," kata anggota BAKN Kamaruddin Sjam.

Ia meminta Direksi PT PAL segera menuntaskan masalah ini. BPKP tambahnya, patut melakukan pendampingan agar seluruh permasalahan menjadi jelas. Apabila memang tidak dapat ditindaklanjuti lebih baik PT PAL mengungkapkan itu agar kondisi tersebut tidak mengotori pembukuan, apalagi kasusnya merupakan peninggalan direksi sebelumnya.

Menjawab hal ini, Direktur Utama PT PAL M Firmansyah Arifin menjelaskan pihaknya tidak bermaksud mengabaikan rekomendasi yang telah disampaikan BPK. Dari 53 rekomendasi 24 telah diselesaikan, 25 masih dalam proses dan 2 (dua) rekomendasi belum dilaksanakan. Ia memaparkan PT PAL baru saja bangkit dari situasi rumit, konsumen menjauh, gaji karyawan tersendat sehingga banyak tenaga ahli memilih pindah kerja ke perusahaan asing.

"PT PAL adalah perusahaan yang baru saja bangkit yang terus membenahi manajemen. Sebagai gambaran saat ini gaji terendah dan tertinggi di perusahaan 1:4. Dalam kondisi itu seorang pekerja lapangan yang rajin lembur take home pay-nya bisa melebihi General Manager (GM). Ini tidak ideal secara bertahap harus dibenahi," kata dia.(iky/dpr/bhc/opn)



 
   Berita Terkait > PT PAL
 
  Kasus Suap PT PAL Harus Segera Dituntaskan
  Komisi VI Belum Sepakat Kucurkan 1,5 Triliun ke PT PAL Untuk Bangun Kapal Selam
  BAKN Minta PT PAL Tuntaskan Rekomendasi BPK
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2