Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Reshuffle
Bambang Haryo: Ini Kabinet Coba-Coba
2016-07-30 08:42:06
 

Anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengkritisi reshufflekali ini.(Foto: Jaka/mr)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Dalam satu setengah tahun Presiden sudah melakukan dua kalireshuffle. Apalagi, kalau terjadi reshuffle ketiga, kian menandaskan bahwa kabinet ini adalah kabinet coba-coba. Kabinet bisa kehilangan kredibilitasnya.

Ditemui di ruang kerjanya, Kamis (28/7), Anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengkritisi reshufflekali ini. "Dalam waktu 1 setengah tahun reshuffle sampai 2 kali. Ini kabinet coba-coba. Mestinya Presiden tidak melakukan coba-coba, karena ini untuk kepentingan bangsa dan negara. Kalau sampai terjadi reshuffle ketiga kali, berarti kabinet ini benar-benar kabinet coba-coba."

Banyak posisi menteri yang mendapat kritik tajam politisi Gerindra ini. Menpora, Menkes, Mentan, dan Menteri BUMN mestinya masuk dalam jajaran menteri yang di-reshuffle. Kinerja kementerian ini buruk. Seperti Mentan yang dinilai Bambang gagal dalam mencapai target swasembada pangan. Di era Amran Sulaiman, justru 11 komoditas pangan yang penting tidak terjaga mutu, jumlah dan harganya. Gula, kedelai, beras, sampai daging justru banyak diimpor.

"Saya masih pesimis dengan perubahan kabinet kali ini. Di bidang ekonomi, tidak pernah ada evaluasi terhadap situasi ekonomi. Contoh, 12 paket kebijakan ekonomi tidak berdampak signifikan. Ini mengakibatkan ekonomi kita melambat," tegas Bambang. Namun, Bambang sedikit mengapresiasi masuknya Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan. Dengan masuknya Sri Mulyani, tim ekonomi diharapkan kembali solid.

Terpilihnya Airlangga Hartanto sebagai Menteri Perindustrian juga diapresiasi. Airlangga dinilainya, orang yang kapabel. Tapi, lebih tepat lagi bila dia ditempatkan sebagai Menteri Perdagangan. Justru Enggartiasto Lukita tidak kapabel di perdagangan. Bambang khawatir apa yang sudah dirintis Thomas Lembong malah tidak bisa diteruskan oleh Enggar. "Pak Lembong orang yang tepat. Dia punya hubungan internasional yang sangat baik," katanya.

Ditambahkan Bambang, pemerintah harus lebih fokus pada pembenahan sektor pangan dan ekonomi. Dua sektor ini masih menjadi sumber kegaduhan. Yang juga perlu pembenahan mendesak adalah pembangunan karakter manusia Indonesia. Rasa kebangsaan kerap terkikis. Pemberdayaan SDM handal terlupakan. Untuk itu, perlu menempatkan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang handal.

Sektor hukum dan pertahanan keamanan juga masih mendapat nilai minus di mata Bambang. Penegakan hukum masih sangat lemah. Dan kasus penyanderaan WNI oleh kelompok Abu Sayaff di Filipina, bukti anak bangsa tak cukup mendapat perlindungan. Sementara mengomentari lengsernya Rizal Ramli dari kursi Menko Maritim, sudah tepat. Rizal kerap mencari pencitraan dan popularitas saja.

Banyak kebijakan Rizal tak sesuai dengan ekspektasi masyarakat. Misalnya, lanjut Bambang, membuka kembali jalur kereta ke Pelabuhan Tanjung Priok. Itu akan mengacaukan jalur sebidang. Dengan membuka jalur pelabuhan, berarti butuh rangkaian kereta yang cukup banyak, karena setiap kapal akan membawa sekitar 1.000 kontainer. Tentu ini mengganggu arus lalu lintas perkotaan dengan bertambahnya rangkaian kereta barang.(mh/DPR/bh/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum

Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi

Aliansi PHPI Sorot Kinerja Polda Metro, Proses Hukum Kasus Pelecehan Seksual 3 Wanita Tak Kunjung Tuntas

Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk

 

ads2

  Berita Terkini
 
KPK Tangkap 1.880 Pelaku Korupsi Selama 22 Tahun Berdiri

Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!

Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum

Akademikus kritik narasi optimisme pemerintah: Jauh dari realitas, minim empati

Batal jadi ibu kota, CBA desak Kejagung usut proyek IKN yang habiskan anggaran Rp75,8 triliun

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2