Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Demonstrasi
Besok Oposisi di Mesir Rencanakan Unjuk Rasa Massal
Monday 26 Nov 2012 21:49:12
 

Ilustrasi, Aksi unjukrasa di Mesir.(Foto: Ist)
 
MESIR, Berita HUKUM – Dekrit Presiden Mursi yang memicu demonstrasi yang berpusat di Tahrir Square dan Mahkamah Agung Mesir pun menyatakan Presiden Mohamed Mursi melancarkan serangan 'yang belum pernah terjadi' kepada lembaga pengadilan. Pernyataan itu diumumkan setelah pertemuan darurat Mahkamah Agung, Sabtu 24 November, seperti dilaporkan wartawan BBC di Kairo, Jon Leyne.

Para hakim senior Mesir tersebut meminta agar dekrit -yang memberikan kewenangan tidak terbatas kepada presiden- dicabut. Mereka juga mengancam akan melakukan aksi mogok.
Berdasarkan dekrit tersebut maka keputusan presiden tidak bisa dicabut oleh lembaga apa pun, termasuk peradilan.

Sebelumnya muncul laporan-laporan yang mengatakan bahwa Mahkamah Agung akan membubarkan Majelis Konstitusi yang sedang berupaya menyusun konstitusi baru Mesir. Namun Presiden Mursi tampaknya lebih dulu mengambil tindakan dengan mengeluarkan dekrit sebagai upaya untuk mencegah pembubaran Majelis Konstitusi.

Kelompok oposisi Mesir merencanakan akan kembali menggelar unjuk rasa massal pada Selasa 27 November. Dekrit yang memberikan wewenang tidak terbatas kepada presiden ini Klikmemicu unjuk rasakarena dianggap membawa Mesir ke dalam era kediktatoran baru. Hingga hari ini sejumlah pengunjuk rasa masih tetap berada di Lapangan Tahrir setelah unjuk rasa besar kelompok oposisi di berbagai kota yang berlangsung Jumat (23/11) kemarin.

Dalam aksi protes tersebut, kantor partai pimpinan Presiden Mursi di berbagai kota diserbu dan dirusak oleh para penentang dekrit. Kelompok pendukung Presiden Mursi menegaskan dekrit hanya bersifat sementara waktu untuk melindungi revolusi Mesir, yang berhasil menggulingkan Presiden Husni Mubarak. Mereka juga menggelar aksi unjuk rasa untuk mendukung Presiden Mursi dan di beberapa tempat terlibat bentrok dengan kelompok penentang dekrit.

Presiden Mursi mengaku sudah berbicara dengan semua pihak sebelum mengeluarkan dekrit tersebut. Sebelumnya Klikdia memecat Jaksa Agung dan menunjuk pejabat yang baru yang langsung membukat kembali penyelidikan atass mantan presiden Husni Mubarak dan keluarganya serta para mantan pejabat pemerintahan era Mubarak.(bbc/bhc/mdb)




 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2