Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Kasus MPLIK
Bongkar Korupsi MPLIK, Kejagung Miliki Bukti Yang Cukup
Wednesday 17 Jul 2013 19:59:39
 

Jaksa Agung RI, Basrief Arief bersama para Jaksa Agung Muda dan Kepala Badan Diklat Kejaksaan.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK), tahun anggaran 2010-2012, masih terus didalami Kejaksaan Agung (Kejagung). Selain akan memanggil Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring, Kejagung akan memanggil pihak terkait lainnya, sebab bukti awal telah cukup.

"Hasil penyelidikan sudah ditemukan bukti awal yang cukup, sehingga masuk ke proses penyidikan dan menetapkan 2 tersangka," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi kepada Wartawan, Rabu (17/7) di Gedung Kejagung.

Sebagaimana diketahui bahwa pada kasus ini, Kepala Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI), Santoso dan Direktur Utama PT Multidana Rencana Prima, Doddy N Achmad sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung. Penetapan kedua tersangka tersebut berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Nomor 83 dan 84/F.2/Fd.1/07/2013 tanggal 12 Juli.

Dijelaskan Untung, bahwa kasus senilai Rp 6 triliun ini, ditangani oleh Direktur Penyidikan Adi Toegarisman bersama 13 orang jaksa penyidik yang diketuai Jaksa Utama Muda Fadil Zumhana.

Kasus korupsi MPLIK berawal dari laporan kelompok masyarakat yang menamakan Simpul Komunitas Anti Korupsi (SKAK), yang juga mendesak Kejagung untuk memeriksa Direktur Utama (Dirut) PT Telkom Indonesia Tbk karena diduga bertanggung jawab atas kasus tersebut.

Berangkat dari laporan Kementerian Kominfo pada tanggal 31 Desember 2011, realisasi penyediaan MPLIK baru tercatat 846 unit dari target 1.907 unit MPLIK di seluruh kecamatan di Indonesia. Dan dalam hal ini Kejagung masih mendalami kasus ini, guna menjerat tersangka lainnya.

"Setiap laporan dari masyarakat tetap diterima ditampung untuk ditindak lanjuti," terang Untung. Hal ini sejalan dengan keinginan Jaksa Agung Basrief Arief yang belum ini dalam peringatan Hari Bakti Adhyaksa, dimana Basrief mengingatkan pada seluruh jajaran kejaksaan untuk bekerja dengan sungguh-sungguh, dan menindaklanjuti laporan masyarakat, sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara.(bhc/mdb)



 
   Berita Terkait > Kasus MPLIK
 
  2 Tersangka Belum Ditahan, Kejagung Periksa Lagi 2 Saksi Kasus MPLIK
  Kasus MPLIK, 3 Saksi Diperiksa Lainnya Mangkir
  7 Orang Saksi Dipanggil Kejagung dalam Penyidikan Kasus MPLIK
  Penyidikan Kasus MPLIK, Direktur PT Multimedia Nusantara Dipanggil Kejagung
  Penyidikan Kasus MPLIK, Kejaksaan Panggil 12 Orang Saksi
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2