Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Hartind Asrin
Brigjen Hartind Asrin: Pesawat Hawk 200 Milik TNI AU Buatan Tahun 80-an
Wednesday 17 Oct 2012 00:41:38
 

Brigjen Hartind Asrin (Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Brigjen Hartind Asrin dan staf ahli Menhan, ketika dimintai keteranganya oleh pewarta BeritaHUKUM.com, di kantor Kementerian Pertahanan, seputar mengenai jatuhnya pesawat yang berjenis Hawk 200 TNI AU, yang jatuh sekitar pukul 09:47 WIB pagi tadi di sekitar pemukiman warga Komplek Perumahan Pandau permai, Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (16/10).

Hartind menjelaskan, "ya, sudah ada tadi keterangan resmi dari Kapuspen TNI AU, jadi pesawat itu jatuh saat lagi latihan terbang, mesinnya ada ganguan, dan akhirnya pilot memutuskan untuk keluar dengan kursi lontar. Untuk itu, kami akan mengadakan penyelidikan khusus mengenai penyebab jatuhnya pesawat tersebut, dan peyelidikan internal TNI AU, tetapi bukan KNKT," ujarnya.

Ditambahkanya, "Peyebabnya itu kan bisa terjadi dengan beberapa faktor, ada karena pilotnya, alam, cuaca, atau faktor kerusakan mesinnya. Sebenarnya, pesawat Hawk 200 itu masih layak terbang, namun pesawat tersebut sudah tua, karena pesawat itu buatan tahun 80an," pungkasnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Menkopolhukam Djoko Suyanto ketika ditanyai wartawan di kantornya di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat terkait jatuhnya pesawat jenis Hawk 200 Djoko mengatakan, "mendengar kabar tentang jatuhnya pesawat tersebut, tidak ada korban jiwa, pilot berhasil keluar dari kursi lontar. Kejadian pesawat jatuh ini masih didalami penyebabnya, dan akan segera menurunkan KNKT," pungkasnya.(bhc/put)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2