Seorang hakim di Los" /> BeritaHUKUM.com
Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Selebriti    
Britney Spears
Britney Spears Akhirnya Bebas dari Perwalian Selama 13 Tahun
2021-11-15 13:18:16
 

Britney Spears.(Foto: REUTERS)
 
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Britney Spears menggambarkan penghentian pengaturan hukum yang mengendalikan banyak aspek hidupnya selama 13 tahun itu sebagai 'hari terbaik yang pernah ada'.

"Tampaknya saya akan menangis," kata Britney kepada 35 juta pengikut Instagram-nya.

Seorang hakim di Los Angeles pada hari Jumat mengakhiri konservatori (perwalian) yang dibuat oleh ayah penyanyi berusia 39 tahun itu pada tahun 2008 sesegera mungkin.

Fans telah berkumpul di luar pengadilan LA untuk mendukung Spears, yang telah menggambarkan perwalian itu sebagai hal yang kasar.

Ayahnya Jamie sebelumnya mengatakan perwalian itu "perlu", tetapi akhirnya setuju sudah waktunya bagi Britney "untuk mengambil kembali kendali atas hidupnya".

"Hidupnya [Britney] berantakan dan dia dalam tekanan fisik, emosional, mental dan keuangan," kata pengacara yang mewakili Jamie Spears dalam pengajuan pengadilan sebelumnya.

Perwalian itu memiliki kekuasaan atas keputusan keuangan dan karier Britney, ditambah atas urusan pribadinya, seperti kunjungannya dengan putra remajanya dan apakah dia bisa menikah lagi.

Pada hari Jumat, Hakim Pengadilan Tinggi Los Angeles County Brenda Penny memutuskan mendukung permintaan penyanyi itu untuk mengakhiri perwalian, yang tidak ditentang oleh salah satu pihak yang terlibat.

Sebagai bagian dari putusan, Hakim Penny mengatakan seorang akuntan ditunjuk sebagai pengurus perwalian sementara untuk menyelesaikan masalah keuangan yang sedang berlangsung.

Keputusan perwalian selama ini digunakan untuk orang-orang yang tidak dapat membuat keputusan sendiri dan itu diberlakukan karena kekhawatiran tentang kesehatan mental yang bersangkutan.

Bertunangan dengan Sam Asghari

Sebelumnya penyanyi pop ini mengunggah video dirinya dan Asghari memamerkan cincin pertunangan di Instagram.

Britney Spears saat itu masih berjuang secara hukum untuk mengakhiri masalah perwalian atas dirinya, yang telah berjalan selama 13 tahun. Selama itu, masalah perwalian tersebut mengendalikan kehidupan pribadi dan keuangannya.

Sebelumnya, Spears mengungkapkan bahwa aturan ini membuatnya tak bisa menikah dengan Asghari atau punya anak lagi.

Mereka bertemu pertama kali di lokasi set sebuah video musik pada 2016.

Asghari, 27 tahun, yang bekerja sebagai pelatih kebugaran pribadi dan aktor, lahir di ibu kota Iran, Teheran, namun pindah ke Los Angeles saat berusia 12 tahun.

Dalam sebuah wawancara dengan Forbes di awal tahun ini, Asghari menceritakan pengalamannya tiba di AS tanpa bisa berbahasa Inggris.

"Saya mengalami gegar budaya, datang ke sini dengan bahasa yang sama sekali berbeda," ujarnya.

Spears, 39 tahun, sudah dua kali menikah sebelumnya. Pada 2004, dia menikah dengan teman masa kecilnya Jason Alexander di Las Vegas, namun pernikahan ini dengan segera dibatalkan.

Di tahun yang sama, dia menikahi penari Kevin Federline. Dari pernikahan ini Spears memiliki dua anak. Pasangan ini bercerai pada 2007.

Pekan lalu, ayah Britney, Jamie Spears, mengajukan surat ke pengadilan untuk mengakhiri konservatori. Britney telah berusaha menghapuskan sang ayah dari peran tersebut dua kali dalam dua tahun terakhir.

Dia juga sebelumnya telah menyebutkan perlakuan sang ayah kepadanya "kejam". Pada Juli, dia mengatakan kepada juri bahwa dia ingin menuntut ayahnya atas "penyalahgunaan konservator".

Menggugat perwalian ayahnya

Karier sang bintang pop dikendalikan beberapa wali hukum sejak muncul kerisauan publik terhadap kesehatan mentalnya pada 2008.

Sebagai wali hukum Britney melalui putusan pengadilan, ayah Britney, Jamie Spears, punya kuasa atas harta milik anaknya dan aspek-aspek lain dari hidupnya dalam sistem yang disebut conservatorship.

Tapi Britney kemudian berusaha untuk mencabut ayahnya dari peran tersebut, dan menuntut supaya laki-laki itu didakwa dengan "penyalahgunaan sistem perwalian".

Jamie Spears secara konsisten membantah semua tuduhan dan telah menyatakan keprihatinan atas kesejahteraan putrinya.

Sebelumnya, pengadilan di Los Angeles menolak permintaan kuasa hukum Britney yang diajukan pada November lalu untuk mengakhiri kuasa ayahnya atas urusan keuangan Britney.

Gerakan para penggemar, yang dikenal sebagai kampanye #FreeBritney, ingin sang penyanyi mendapatkan kembali otonomi atas urusannya.

Perselisihan hukum yang berkepanjangan ini mendapat perhatian baru pada tahun 2021 menyusul rilis Framing Britney Spears - film dokumenter yang berpusat pada konflik perwalian sang penyanyi.

Perempuan berusia 39 tahun itu kemudian mengatakan kepada hakim bahwa dia pernah dibius, dipaksa tampil di luar keinginannya, dan dilarang memiliki anak.

Perwalian Spears dibagi menjadi dua bagian - satu untuk urusan harta dan keuangannya, satu lagi untuk dirinya sebagai individu.

Ayahnya mengundurkan diri sebagai wali pribadi putrinya pada tahun 2019 karena masalah kesehatan, tetapi sang penyanyi mengajukan petisi pada Juli lalu untuk mencabut ayahnya dari kuasa untuk mengendalikan harta miliknya. Britney kemudian mengatakan dia tidak akan tampil selama ayahnya masih tetap dalam peran itu.

Menanggapi permintaan tersebut, pengacara Jamie Spears mengatakan pada hari Kamis (12/08) dalam dokumen pengadilan bahwa " tidak ada alasan cukup kuat" bagi kliennya untuk mundur, tetapi menambahkan bahwa dia telah menjadi "sasaran serangan-serangan yang tidak bisa dibenarkan".

Pengacara Britney, Mathew Rosengart, mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Ini adalah kemenangan besar bagi Britney Spears dan satu langkah menuju keadilan."

Keputusan Jamie Spears adalah "pemulihan nama baik untuk Britney. Bagaimanapun, kami kecewa dengan serangan memalukan dan tercela terus mereka lakukan terhadap nona Spears dan lain-lain".

Rosengart menambahkan bahwa penyelidikan atas tindakan orang-orang yang terlibat dalam mengelola harta milik sang penyanyi selama masa perwalian akan terus berjalan.

Britney: 'Saya ingin hidup saya kembali'

Pada Juni lalu, Britney hadir di persidangan untuk menentang putusan conservatorship, yang disebutnya "kejam" dan telah mengontrol 13 tahun hidupnya.

Dalam kesaksian publik yang langka itu, Spears mengatakan di pengadilan bahwa ayahnya mengendalikannya "100.000%".

Dia juga mengaku tidak diberi hak untuk memiliki lebih banyak anak, dan diresepkan obat psikotik litium tanpa persetujuannya.

Perwalian ini dikabulkan pengadilan setelah Britney masuk rumah sakit karena kesehatan mentalnya dikatakan memburuk.

Berbicara pada Rabu (23/06) melalui sambungan telepon pada hakim di Los Angeles, bintang pop ini mengaku trauma dan menangis setiap hari.

"Saya trauma. Saya hanya ingin hidup saya kembali," ujarnya.

Hakim Pengadilan Tinggi Los Angeles Brenda Penny mengucapkan terima kasih atas "keberanian" Britney, namun tidak memberikan putusan. Proses legal yang panjang mungkin masih akan berjalan sebelum hakim memutuskan perwalian untuk Britney diakhiri, menurut Associated Press.

"Saya ingin mengakhiri perwalian ini tanpa dievaluasi," katanya kepada pengadilan, menyebut bahwa perwalian itu "menyiksa".

"Saya layak untuk memiliki kehidupan, saya telah bekerja sepanjang hidup saya. Saya layak beristirahat dua sampai tiga tahun," katanya dalam kesaksian yang emosional selama 20 menit.

Britney Spears, kini ibu dari dua anak, berkata dia ingin menikahi kekasihnya dan punya anak lagi. Namun walinya tidak mengizinkan.

Penyanyi itu mengeklaim dia memiliki alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) yang dipasang, tetapi wali tidak membiarkannya melepasnya supaya dia bisa hamil.

Dia juga mengatakan telah diberikan obat litium - terapi obat yang umum digunakan untuk penderita bipolar - di luar keinginannya, dan bahwa obat itu membuatnya terus merasa mabuk dan tak bisa diajak berbicara.

"Perwakilan ini lebih merugikan saya daripada membawa kebaikan," katanya.

"Saya tidak bahagia, saya tidak bisa tidur. Saya merasa sangat marah dan saya menangis setiap hari."

Rincian perjanjian perwalian itu tidak pernah dibuka untuk publik.

Jamie Spears untuk sementara mengundurkan diri sebagai wali legal putrinya pada 2019 karena alasan kesehatan - dan sejak itu Britney telah meminta supaya keadaan ini menjadi permanen.

Dia berusaha untuk secara permanen menerima layanan Jodi Montgomery, seorang profesional perwalian, sebagai walinya, alih-alih ayahnya.

Sementara itu, ayah Britney Spears terganggu oleh tuduhan penyanyi itu, menurut pengacaranya.

"Dia sedih melihat putrinya menderita dan sangat terluka," kata perwakilan itu dalam sebuah pernyataan yang dibacakan di pengadilan.

"Mr Spears mencintai putrinya dan dia sangat merindukannya."

Tim hukum Jamie Spears sebelumnya bersikeras bahwa kliennya telah melakukan pekerjaan yang baik dalam mengelola keuangan putrinya.

'Maaf saya berpura-pura baik-baik saja'
Britney Spears sebelumnya meminta maaf kepada para penggemarnya karena telah "berpura-pura baik-baik saja" padahal sedang menderita akibat perwalian yang disebutnya "kejam".

Dalam unggahan di Instagram, dia mengaku tidak mengungkap kondisinya di masa lalu karena "gengsi".

"Saya mengutarakan ini untuk menarik perhatian masyarakat karena saya tidak ingin orang-orang berpikir hidup saya sempurna karena sama sekali tidak, dan jika Anda belum membaca apapun tentang saya dalam berita pekan ini.. Anda jelas tahu sekarang bahwa [hidup saya] tidak [sempurna]," tulisnya.

Spears meminta maaf kepada para penggemarnya karena menyembunyikan kondisi sebenarnya.

"Saya melakukannya karena gengsi dan saya malu berbagi apa yang terjadi pada saya... tapi sejujurnya siapa yang tidak ingin memotret Instagram dengan cara menyenangkan!"

Di hadapan pengadilan yang tercengang, Britney Spears melepaskan kepenatan dan kefrustasian yang telah dipendamnya selama 13 tahun - semburan tuduhan, kemarahan dan penyesalan - semuanya ditumpahkan dalam berondongan monolog tanpa jeda.

Hakim sampai harus meminta Britney untuk berbicara lebih perlahan beberapa kali.

Dia terdengar terisolasi, tersesat dan kesepian; seorang bintang yang telah dimanipulasi tanpa henti. Kita tahu bahwa Britney sebelumnya memohon supaya keluhannya didengar langsung oleh hakim, tapi hanya sedikit yang mengira dia akan datang dengan keluh-kesah semacam itu.

Kesaksian Britney memuat kritik tajam terhadap proses perwalian di Los Angeles, juga motif buruk dari banyak orang - di antaranya sejumlah anggota keluarganya - yang seharusnya lebih perduli pada kesehatan mentalnya.

Sang adik buka suara
Untuk pertama kalinya adik bungsu Britney Spears berbicara kepada publik mengenai kasus perwalian yang mendera kakaknya.

"Saya bangga terhadap dia karena menggunakan suaranya," kata Jamie Lynn Spears dalam Instagram story pada Senin (28/06).

""ika mengakhiri perwalian ... atau apapun yang dia inginkan agar bahagia - saya mendukungnya."

Dia menambahkan, "Saya amat bangga padanya karena meminta pengacara baru seperti yang sudah saya sarankan bertahun-tahun lalu.

"Saya tidak bicara atas nama keluarga, saya mewakili diri sendiri. Saya bicara atas nama pribadi."

Aktris yang membintangi drama Netflix berjudul Sweet Magnolias itu tampak bersuara guna menanggapi kritik dari penggemar Britney.

Beberapa pengguna Instagram yang menggencarkan tagar #FreeBritney mempertanyakan mengapa Jamie Lynn tidak mendukung kakaknya di hadapan publik.

"Satu-satunya alasan mengapa [tidak bersuara di depan umum] adalah karena saya merasa sampai kakak saya bisa bicara sendiri dan mengatakan apa yang dia merasa perlu katakan di depan umum, itu bukan tempat saya [untuk bicara] dan itu bukanlah hal yang benar untuk dilakukan," jelasnya.

"Tapi karena sekarang dia telah bicara secara jelas ... saya merasa dapat ikut bicara apa yang saya merasa perlu katakan.

"Saya telah membuat pilihan dalam hidup dengan sangat sadar untuk hanya berpartisipasi dalam hidupnya sebagai seorang adik," tambahnya.

"Mungkin saya tidak mendukungnya dengan cara yang diinginkan publik, dengan tagar di platform publik. Namun yakinlah saya telah mendukung kakak saya sebelum ada tagar. Dan, saya akan menyokongnya jauh setelah itu."

Tagar #FreeBritney muncul sejak 2009 dari sebuah situs penggemar yang menentang kesepakatan perwalian, sebagaimana dilaporkan New York Times.

Jamie Lynn mengatakan dia selalu ada untuk kakaknya.

"Sejak saya lahir, saya telah dicintai, disayang, dan didukung kakak saya.

"Saya tidak peduli jika dia ingin lari ke hutan dan punya jutaan bayi di antah-berantah atau jika dia ingin kembali dan mendominasi dunia dengan cara yang dia telah lakukan berulang kali di masa lalu. Saya tidak memperoleh atau kehilangan sesuatu.

"Saya adalah satu-satunya adik dia yang hanya peduli pada kebahagiannya."

Dukungan dari publik
Sejak kemunculannya di pengadilan, sejumlah selebriti telah mengunggah pesan dukungan kepada Britney di media sosial.

Bintang pop Justin Timberlake, kekasihnya di tahun 1990-an, mengunggah sebuah utas di Twitter yang menyerukan agar orang-orang membela Spears: "Setelah apa yang kita saksikan hari ini, kita semua harus mendukung Britney sekarang. Tak peduli masa lalu kita, baik atau buruk, dan tak peduli sudah berapa lama ini terjadi... apa yang terjadi kepada Britney tidak bisa dibenarkan."

Timberlake memberikan permintaan maaf secara publik kepada Britney Spears awal tahun ini setelah film dokumenter New York Times menunjukkan sikapnya yang tidak menghormati Britney karena membicarakan kehidupan seks mereka di radio.

Kekasih Britney saat ini, aktor dan pelatih kebugaran pribadi, Sam Asghari mengunggah foto dirinya mengenakan kaos bertuliskan "Free Britney" di Instagram.

Penyanyi Mariah Carey mencuit: "Kami mencintaimu Britney!!! Tetap kuat."

Rose McGowan, aktris dan aktivis MeToo, berkata di Twitter bahwa Britney punya hak untuk marah. Ia menambahkan, "Bagaimana perasaan Anda jika kehidupan Anda dicuri, dibedah, diolok-olok? Saya berdoa dia bisa hidup sesuai keinginannya. BERHENTI MENGONTROL PEREMPUAN."

Apa itu conservatorship?
Conservatorship (perwalian) diperintahkan oleh pengadilan untuk individu yang dinilai tidak dapat membuat keputusan sendiri, seperti mereka yang menderita demensia atau menderita penyakit mental.

Perwalian Spears dibagi menjadi dua bagian - satu untuk urusan tanah dan keuangannya, yang lain terkait pribadinya.

Di bawah perjanjian legal ini, Britney Spears tidak mengendalikan keuangannya sejak 2008.

Saat itulah dia mulai berperilaku tidak menentu di tengah perceraiannya dari Kevin Federline dan perebutan hak asuh atas dua anak mereka.

Bintang itu menjadi berita utama dalam serangkaian insiden publik, termasuk ketika dia mencukur kepalanya dan dua kali dirawat di rumah sakit.

Apa itu kampanye #FreeBritney?
Tagar itu berasal dari situs penggemar yang tidak setuju dengan perjanjian perwalian pada 2009, menurut New York Times.

Para pegiat percaya dia telah dipaksa untuk tetap berada di bawah pengaturan itu.

Mereka secara teratur berdemonstrasi di luar pengadilan dan berkumpul lagi di luar gedung pengadilan di Los Angeles pada hari Rabu.

"Semua yang dikatakan Britney sangat meghancurkan hati dan bahkan lebih buruk dari yang saya kira," kata Megan Radford, salah satu pendiri gerakan itu, kepada BBC.

"Tapi saya bersyukur kebenaran akhirnya terkuak dan tidak bisa dibantah lagi."

Mereka bahkan meminta Gedung Putih untuk mengakhiri perwalian itu dengan mengajukan petisi yang memuat puluhan ribu tanda tangan.

Setelah Spears tiba-tiba membatalkan pertunjukan regulernya di Las Vegas dan memeriksakan diri ke pusat kesehatan mental pada tahun 2019, dengan alasan tekanan emosional dari penyakit ayahnya, kampanye tersebut semakin terkenal.

Sejumlah selebriti juga telah menyatakan dukungannya untuk kampanye tersebut, termasuk Paris Hilton, Bette Midler dan Miley Cyrus.

Mengapa audiensi ini sangat dinanti?
Baik gerakan #FreeBritney maupun peluncuran film dokumenter New York Times tentang Britney Spears baru-baru ini telah meningkatkan perhatian publik.

Namun, bintang pop itu belum banyak berkomentar secara terbuka tentang pertempuran terkait perwalian, meskipun anggota keluarganya sendiri telah berbicara menentang perintah tersebut.

Catatan pengadilan dari 2019, terakhir kali dia berbicara di pengadilan, tidak pernah dipublikasikan.

Citra Spears di media sosial sering kali sangat optimis dan dia menghindari kasus ini.

Namun, New York Times pada minggu ini mengatakan mereka memperoleh dokumen pengadilan rahasia yang menunjukkan penyanyi itu telah menentang perwalian itu sejak 2014.

Pada bulan April, bintang pop itu meminta untuk berbicara di pengadilan melalui pengacara yang ditunjuk pengadilan.

Dia sebelumnya telah mengindikasikan melalui pengacara bahwa dia tidak lagi ingin ayahnya terlibat dalam menangani karirnya.

Pengacaranya mengatakan kepada hakim bahwa Spears "takut pada ayahnya" dan tidak akan kembali ke panggung jika ayahnya tetap memegang kendali.(BBC/bh/sya)




 
   Berita Terkait > Britney Spears
 
  Britney Spears Akhirnya Bebas dari Perwalian Selama 13 Tahun
  Britney Spears Dituduh Sebagai Pecandu Narkoba
 
ads1

  Berita Utama
Partai UMMAT Dinyatakan Lolos sebagai Calon Peserta Pemilu 2024 oleh KPU

Polda Metro Jaya - Bea dan Cukai Bandara Soetta Gagalkan Ekspor Biji Kokain Kemasan Boneka Jari

Biaya Kereta Cepat Membengkak, Wakil Ketua MPR: Saatnya Evaluasi Proyek-proyek Mercusuar

Cokok Tersangka Korupsi Krakatau Steel, Pengamat Yakin Jaksa Agung Sapu Bersih Koruptor BUMN

 

ads2

  Berita Terkini
 
Laporan Putri Candrawathi soal Dugaan Pelecehan Seksual 'Palsu', Polri: Masuk Katagori Menghalangi Penyidikan Kasus Brigadir J

Kuasa Hukum: Penahanan Mularis Djahri atas Aduan Anggota Polisi adalah Kriminalisasi

Partai UMMAT Dinyatakan Lolos sebagai Calon Peserta Pemilu 2024 oleh KPU

Pengamat: Strategi Firli Bahuri Membangun Budaya Antikorupsi, Komprehensif dan Sistemik

Bupati Pemalang Ditangkap KPK, Firli: Kasus Dugaan Suap

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2