Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Bunga Bangkai
Bunga Amorphophallus Titanum Ditemukan di Solok Selatan
Wednesday 29 Aug 2012 12:10:21
 

Bunga Amorphophallus Titanum (Foto: Ist)
 
PADANG, Berita HUKUM - Bunga Bangkai jenis Amorphophallus Titanum yang masih kuncup kembali ditemukan di Jorong Timbulun, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, tepatnya di areal perkebunan karet milik masyarakat setempat.

Kepala Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah IV M Zainudin melalui Polisi Hutan Pelaksana Rika Putra Abas di Padang Aro, Rabu (29/8), mengatakan bunga itu baru berusia sekitar seminggu dan merupakan jenis paling tinggi.

"Bunga itu hanya bisa tumbuh sampai umur 30 hari dan setelah mekar atau setelah mengembang sisa umurnya hanya 10 hari lagi", katanya.

Menurut dia, melihat kondisinya diperkirakan dalam tiga hari bunga itu akan mekar.

"Bunga bangkai jenis Amorphopallus titannum ini merupakan jenis langka dan jarang ditemukan", ujarnya.

Dia mengatakan, bunga bangkai yang ditemukan itu tumbuh sekitar 555 meter di atas permukaan laut dengan kemiringan 60-65 derajat dan berjarak sekitar 15 kilometer dari TNKS.

Bunga itu mempunyai tinggi sekitar tiga meter dan tumbuh di dekat hutan penyangga TNKS yang juga dekat dengan jalan raya. Jenis ini hanya endemik tumbuh di kawasan hutan Sumatera.

Ia menjelaskan, bunga bangkai jenis Amorphopallus Titannum itu setelah mekar akan berwarna krem pada bagian luar dan pada bagian yang menjulang. Sedangkan mahkotanya berwarna merah keunguan.

"Sekilas bentuknya saat mekar terlihat seperti bunga terompet dengan tumbuh menjulang tinggi", katanya.

Ketinggian bunga bangkai jenis Amorphophallus titanium bisa mencapai sekitar empat meter dengan diameter sekitar 1,5 meter.

Berbeda dengan Rafflesia yang tidak dapat tumbuh di daerah lain, bunga bangkai dapat dibudidayakan. Bila Rafflesia parasit pada tumbuhan rambat, maka bunga bangkai tumbuh di atas umbi sendiri.

"Bau busuk yang dikeluarkan oleh bunga ini seperti pada Rafflesia berfungsi untuk menarik kumbang dan lalat penyerbuk bagi bunganya. Masa mekarnya bunga ini sekitar tujuh hari, setelah lewat tujuh hari maka bunga bangkai akan layu", kataya.(ipb/bhc/opn)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2