Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Peradilan    
Sengketa Pemilu
Calon Bupati Yapen: KPUD Melakukan Kecurangan
Wednesday 04 Jul 2012 23:22:33
 

Jumpa Pers Koalisi Gabungan Calon Bupati Kepulauan Yapen (Foto: BeritaHUKUM.com/riz)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Delapan calon Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, yang tergabung dalam koalisi bersama menyatakan, bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Kepulauan Yapen, Papua, telah melakukan kecurangan dan tidak menjalankan keputusan Makamah Konstitusi (MK) untuk mengadakan ulang pemilihan umum kepala daerah (pemilukada).

Pasalnya, KPUD tidak mematuhi keputusan MK. “Tetapi mengirim surat ke MK untuk menjadikan surat keputusan KPU no: 257/kpts/KPU-KY/XII/2010, memenangkan salah satu pasangan calon Bupati sebagai pemenang pemilu,” ujar Ketua Koalisi Gabungan, Ishak Samuel Barnsano saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (4/7).

Ishak menambahkan, pihaknya juga sudah mengadukan hal tersebut kepada Bawaslu dan Panwaslu Kabupaten Kepulauan Yapen, namun hingga saat ini belum ada jawaban.

“Bahkan pada tanggal 22 Agustus 2011, hasil pleno KPU Kabupaten Kepulauan Yapen yang dihadiri semua pihak. Dan berisikan hasil verifikasi 10 calon Bupati dan wakilnya untuk diajukan ke MK sebagai laporan, tetapi oleh pihak KPUD Yapen malah dijadikan permohonan untuk keputusan MK yang baru dan mengesahkan keputusan KPUD yang memenangkan kandidat Toni Tesar dan Frans Sanadi,” tambahnya.

Selain itu, Ishak juga membantah atas tuduhan telah menghambat pemilukada ulang di Kepulauan Yapen. Menurutnya tertundanya proses pemilukada ulang di Kabupaten Yapen karena ada proses pengunduran diri salah satu anggota KPU Kabupaten Kepulauan Yapen. “Selain itu, adanya permohonan uji materi UU MK yang diajukan calon Bupati dan wakil Bupati Toni Tesar dengan Frans Sanadi,” imbuhnya.

Untuk itu, Ishak dengan rekanya sesama bakal calon, menuntut Ketua KPUD Kabupaten Kepulauan Yapen, Nikanor Rumaikewi dan anggotanya diproses secara hukum. “Untuk mempertanggung jawabkan penipuan yang telah dilakukannya,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada saat pemilukada akan berlangsung, Ishak menceritakan, pihak KPUD Yapen juga telah melakukan pelanggaran dengan mengugurkan 2 pasangan calon yang kurang persyaratan. Tanpa memberikan kesempatan untuk persyaratan tersebut.

“KPUD langsung menggugurkan seharusnya kan, diberikan waktu dahulu selama 21 hari, karena itulah proses Pemilukada di Kepulauan Yapen harus melalui meja MK,” katanya. (bhc/biz)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2