Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Libya
Dua Tewas Akibat Bentrok Senjata Antarmilisi Libya
Monday 16 Jan 2012 16:20:30
 

Setelah Rezim Moammar Khadafi tumbang, kerap terjadi bentrok senjata antarmilisi di Libya (Foto: Arrahmah.com)
 
TRIPOLI (BeritahUKUM.com) – Sebuah bentrokan sepanjang akhir pekan lalu terjadi antara kelompok milisi bersenjata yang berseteru di pinggiran Libya. Insiden baku tembak ini menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 40 orang lainnya.

Milisi bersenjata saling menembakkan roket dan menembakkan senapan mesin di kota Gharyan sekitar 80 km dari ibu kota Tripoli. Libya. Pertempuran di Gharyan ini pecah sejak Jumat (13/1) lalu dan berlanjut secara sporadis sepanjang akhir pekan lalu.

Milisi yang berada di Assabia bertekad tetap setia kepada mendiang Kolonel Moammar Khadafi. Mereka menolak dilucuti, meski harus dengan jalan kekerasan sekali pun. Pada Minggu (15/1) kemarin, sebuah delegasi tetua suku tiba di Gharyan dalam upaya untuk menengahi perselisihan dan menegosiasikan pertukaran tahanan. Sayangnya, upaya ini juga gagal dan situasi di Gharyan tetap tegang.

Pemerintahan sementara Libya tidak tinggal diam dalam menghadapi masalah ini. Sehari setelah bentrok bersenjata pecah, Menteri Pertahanan Libya Osama al-Juweili mengunjungi kota itu untuk menjadi penengah. Namun, upaya Menhan al-Juweili menemui kegagalan.

Pemerintah juga sempat menawarkan menjadi penengah untuk mendamaikan kedua kubu, tapi upaya tersebut gagal. Pejabat pemerintahan setempat kepada BBC, Senin (16/1), menyatakan bahwa mereka tak berdaya mengendalikan kelompok revolusioner yang mencoba melucuti persenjataan kelompok pro Moammar Khadafi.

Seperti diketahui sebelumnya, pemerintahan sementara Libya meminta berbagai kelompok bersenjata di negeri itu untuk menyerahkan persenjataan mereka dan memberi mereka pilihan untuk bergabung dengan tentara nasional. Namun, sejauh ini imbauan dan tawaran pemerintah tersebut belum membuahkan hasil.(sya)



 
   Berita Terkait > Libya
 
  Libya Hadapi Fase Kritis Setelah Berakhirnya Perang Saudara
  Aliansi Milisi Ambil Alih Bandara Tripol
  Bentrok di Benghazi, Libia, 38 Tewas
  Konflik Serius Terjadi di Parlemen Libia
  PM Libia Turun Karena Serangan Milisi
 
ads1

  Berita Utama
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat

Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG

4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua

 

ads2

  Berita Terkini
 
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)

Kapal induk pertama Indonesia segera dikirim dari Italia, persiapan dipercepat

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2