Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Selebriti    
Musik
Eminem Gugat Partai Berkuasa Selandia Baru yang Gunakan Lagunya
2017-05-02 06:59:31
 

Eminem berpendapat karyanya Lose Yourself digunakan oleh Partai Nasional, sementara partai ini membantahnya dengan alasan membelinya dari sebuah perpustakaan musik.(Foto: Istimewa)
 
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Penyanyi rap Amerika Serikat, Eminem, menggugat partai berkuasa di Selandia Baru ke pengadilan karena menggunakan lagunya tanpa izin dalam iklan kampanye partai.

Lagu yang digunakan Partai Nasional dalam sebuah iklannya tahun 2014 lalu itu, menurut Eminem, diambil dari Lose Yourself, salah satu lagu populernya.

Namun pengacara partai berpendapat yang digunakan sebenarnya bukan dari Lose Yourself, tapi komposisi Eminem-esque atau yang berkarakter Eminem yang dibeli dari sebuah perpustakaan musik.

Pengadilan dibuka Senin (10/5) dan kedua gubahan tersebut diputar di ruang sidang.

Pengacara dari Eight Mile Style -perusahaan yang mewakili Eminem- mengatakan Lose Yourself adalah karya 'ikonik' dan tak diragukan lagi sebagai permata dalam mahkota karya musik Eminem.

Ada pun iklan video partai yang dipermasalahkan memperlihatkan sekelompok atlet dayung dengan pesan suara yang meminta orang 'mempertahankan tim yang berhasil' dan kembali ke kantor Partai Nasional.

Partai Nasional, Selandia BaruHak atas fotoNATIONAL PARTY
Image caption Musik latar iklan Partai Nasional Selandia Baru adalah Eminem-esque, yang diperdengarkan bersama Lose Yourself di ruang sidang.

Musik latarnya, Eminem-esque, terdengar mirip dengan Lose Yourself, yang digunakan dalah film Eminem tahun 2002 berjudul 8 Mile.

Gubahan itu diambil dari sebuah perpustakaan musik yang diproduksi oleh perusahan musik Beatbox.

Beberapa komposisi musik yang mirip dengan gubahan terkenal -namun cukup berbeda untuk menghindari pelanggaran hak cipta- sering ditemukan di perpustakaan musik untuk keperluan komersial.

Namun Gary Williams -pengacara Eight Mile Style- berpendapat penggunaan lagu tersebut merupakan pelanggaran hak cipta.

Kepada majelis hakim dia menjelaskan beberapa email di kalangan tim kampanye Partai Nasional sempat mengkhawatirkan masalah hak cipta namun berpendapat penggubahnya yang akan bisa digugat dan bukan mereka.

Menurut Williams, sikap seperti itu salah berdasarkan hukum, "Jika lewat lisensi, bisa berarti jutaan dolar. Sebesar itulah nilainya."

Bagaimanapun pengacara Partai Nasional, Greg Arthur, mengatakan hak cipta 'tidak terbukti oleh nama yang diberikan ke satu karya musik'.

Sidang masih akan dilanjutkan dan hakim diperkirakan akan mengambil keputusan satu pekan kemudian.(BBC/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Musik
 
  Cerita Farel Prayoga. Dari Mengamen Hingga Bikin Istana Negara Bergoyang !
  Enam Twit Kontroversial Elon Musk yang Membuatnya dalam Masalah
  Charlie Watts Meninggal: Kisah Sang 'Penjaga Irama' The Rolling Stones yang Pernah Menghajar Mick Jagger
  Westlife Sihir Seluruh Penonton dengan 'If I Let You Go'
  Anang Hermansyah Resmi Tarik Usulan RUU Permusikan di Baleg DPR
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2