Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Pengadaan Buku di Depag
Gempas: Tuntut KPK Tindak Lanjuti Pengadaan Buku Madrasah Aliyah
Wednesday 05 Dec 2012 05:44:13
 

Demo Gempas Tuntut Pengadaan Buku MA di Depag (Foto : ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Puluhan orang yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Anti Suap (Gempas) berunjuk rasa di depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Mereka meminta KPK menindaklanjuti dugaan kolusi proyek Pengadaan Buku Wajib Madrasah Aliyah yang dilakukan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama Nursyam dengan PT. Central Segitiga Baru, PT. Indomukti Nusantara, dan PT. Megah Sejahtera.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan, Gempas membeberkan ketiga perusahaan tersebut dikuasai oleh pengusaha bernama Gatot Wahyudi dan Wempy Ibrahim. Akibat perbuatan, mereka negara diduga merugi sebesar Rp20 milliar. Adapun pembagian pendanaan proyek tersebut adalah Rp50 miliar untuk PT Indo Mukti Nusantara, Rp51 miliar untuk PT. Central Segitiga bermuda, dan Rp53 miliar untuk PT. Global Sejahtera. (bhc/grn/rat)



 
   Berita Terkait > Pengadaan Buku di Depag
 
  Gempas: Tuntut KPK Tindak Lanjuti Pengadaan Buku Madrasah Aliyah
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2