Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Bangsa
HUT Kemerdekaan RI Sebagai Momentum Wujudkan Bangsa Adil dan Makmur
2018-08-17 14:29:52
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra mengatakan, dalam pembukaan UUD 1945, para pendiri bangsa telah merumuskan kemerdekaan dari sudut pandang yang sangat spiritual. Diawali dengan kalimat 'Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa", kemudian dilanjutkan dengan 'Dan dengan didorongkan oleh keinginan yang luhur' dan seterusnya, kemudian diakhiri dengan 'Maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya'.

Itulah rumus kemerdekaan yang telah dicapai oleh Bangsa Indonesia, yakni keinginan Tuhan yang berpadu dengan keinginan kita sebagai manusia, maka lahirlah kemerdekaan. Di alenia sebelumnya secara tersurat disebutkan 'Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah pada saat yang bebahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan'.

"Dari untaian kalimat ini, kata kemerdekaan merupakan perpaduan antara keinginan Tuhan dan keinginan manusia disebut sebagai saat yang berbahagia. Itulah yang seharusnya menjadi ruh bagi peringatan HUT kemerdekaan yang kita rayakan, yakni kebahagiaan adalah saat skenario Tuhan dan skenario kita berpadu menjadi satu, sehingga menjadi momentum mewujudkan bangsa kita yang adil dan makmur," kata Sutan saat memaknai HUT ke-73 Kemerdekaan RI, dalam rilis yang diterima Parlementaria, Jumat (17/8).

Tantangan selanjutnya, lanjut politisi Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dari Dapil Jambi itu, adalah bagaimana mentransfer spirit ini dari generasi ke generasi. Pengetahuan (knowledge) tentang kemerdekaan bisa ditransfer dari pelajaran di sekolah, tapi rasa (feeling) kemerdekaan lebih sulit untuk ditransfer. Padahal, tanpa ikut 'merasakan' indahnya kemerdekaan, sulit bagi kita untuk mensyukuri kemerdekaan itu sendiri.

"Salah satu cara untuk mentransfer rasa ini adalah dengan mengajak generasi-generasi yang lahir pasca proklamasi kemerdekaan untuk merenung, berkontemplasi, dan membayangkan betapa beratnya perjuangan para pendahulu kita dan betapa bahagianya mereka ketika kemerdekaan itu bisa diraih, ketika skenario Tuhan dan skenario manusia berpadu menjadi satu," imbuh Sutan.

Untuk membangkitkan rasa ini, saran Sutan, para generasi penerus bisa diajak mengunjui situs-situs bersejarah yang menjadi saksi bagaimana kerasnya perjuangan para pendahulu kita. Saat mengunjugi sisa-sisa peninggalan penjajah Jepang misalnya, dapat dirasakan bagaimana dulu kejamnya sistem kerja romusha yang merengut jutaan jiwa yang tak berdosa.

"Selain itu, para generasi penerus juga bisa diajak merasakan atmosfir kemerdekaan dengan menyaksikan kesenian yang membuncahkan rasa bahagia seoperti yang dirasakan oleh para pendahulu kita saat mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat adil, dan makmur," harap politisi dapil Jambi itu.(rnm/sf/DPR/bh/sya)








 
   Berita Terkait > Bangsa
 
  Indonesia Akan Maju Jika Jiwa Berkarya dan Ingin Bermanfaat Jadi Karakter Bangsa
  Nasionalisme Iptek dan Riset Berbasis Keanekaragaman Hayati Diperlukan Untuk Kemajuan Bangsa
  Bangsa Terbelah, Ini Menyedihkan
  Bangsa Yang Dikepung Masalah
  Refleksi Akhir Tahun 2019 Warganet: Indonesia Sudah 'On The Track' Menuju Bangsa Maju
 
ads1

  Berita Utama
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2