Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Politik
Hanya Bahas Transisi, Presiden SBY: Tidak Ada 'Deal' Politik Saat Bertemu Jokowi
Tuesday 02 Sep 2014 21:16:58
 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi), di Hotel Laguna, Nusa Dua, Bali, Rabu (27/8) malam lalu.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Saat memberikan keterangan pers seusai bertemu dengan para pimpinan partai politik yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih, di kediamannya Puri Cikeas, Bogor, Selasa (2/9) pagi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan klarifikasi atas sejumlah spekulasi terkait pertemuannya dengan Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi), di Hotel Laguna, Nusa Dua, Bali, Rabu (27/8) malam.

Presiden SBY menegaskan, pertemuan itu resmi dalam kapasitasnya sebagai Presiden RI dan Jokowi sebagai presiden terpilih, yang akan menjadi Presiden Indonesia ke-7.

“Konteksnya itu, bukan konteks politik dan deal apa pun seperti dispekulasi sejumlah kalangan. Pertemuan itu hanya membicarakan tentang transisi pemerintahan,” kata SBY.

Menurut Presiden SBY, ia sengaja tidak melakukan komunikasi dengan Prabowo-Hatta maupun Jokowi-JK sebelum adanya putusan sengketa Pemilu Presiden (Pilpres) di Mahkamah Konstitusi dibacakan pada 21 Agustus 2014 lalu.
"Semua itu saya pilih posisi dan sikap seperti itu untuk kebaikan bersama," ujar SBY.

Setelah MK membacakan putusannya yang menolak gugatan pasangan Prabowo-Hatta Rajasa atas hasil Pilpres 2014, yang berarti ketetapan KPU yang mengesahkan pasangan Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2014-2019 sah, maka barulah Presiden SBY bersedia menerima Presiden Terpilih Joko Widodo.

"Kewajiban moral saya sebagai presiden yang mengemban tugas untuk memberi informasi dan keterangan agenda kenegaraan dan pemerintahan yang berlangsung saat ini sampai awal tahun depan sehingga pemerintahan baru lebih siap. Ini tradisi politik yang kita bangun," terang Presiden SBY.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pertemuan antara Presiden SBY dengan Presiden Terpilih Joko Widodo di Bali, iselenggarakan dalam rangka proses masa transisi pemerintahan.

Dalam keterangan pers bersama Presiden Terpilih Joko Widodo di Bali, Rabu (27/8) malam, Presiden SBY mengatakan, pertemuannya dengan Presiden Terpilih Jokowi secara konstrukstif telah dibicarakan yang berkaitan dengan agenda kenegaraan dan pemerintahan.

“Pertemuan ini membicarakan juga kebijakan dan program pemerintahan yang tengah dijalankan termasuk Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015 dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014,” papar Presiden SBY.

Dengan telah dibukanya katakanlah pintu untuk konsultasi dalam rangka transisi kepemimpinan dan nantinya pemerintahan, maka menurut Presiden SBY, Tim Transisi Jokowi sudah dapat berkomunikasi secara resmi dengan jajaran pemerintahan yang akan ia tugasi untuk menjalin komunikasi dan konsultasi itu.

“Saya pikir ini sebuah tradisi yang harus kita letakkan untuk Indonesia di era demokrasi ini, yang insya Allah bisa membawa kebaikan bagi bangsa dan negara kita di masa kini dan di masa depan,” kata SBY.

Presiden SBY juga menegaskan, bahwa pertemuannya dengan Presiden Terpilih Jokowi yang berlangsung sekitar 2 jam itu, bukan pertemuan yang terakhir, tetapi justru ini pertemuan yang pertama yang akan ditindak lanjuti dengan pertemuan-pertemuan berikutnya.

Presiden SBY juga menegaskan, bahwa pertemuannya dengan Presiden Terpilih Jokowi tidak membahas masalah secara teknis karena pertemuan malam ini juga bukan forum negosiasi.(IML/ES/setkab/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Politik
 
  Akademikus kritik narasi optimisme pemerintah: Jauh dari realitas, minim empati
  Dasco Gerindra: Prabowo dan Megawati Tak Pernah Bermusuhan, Saya Saksinya
  Moralitas dan Spiritualitas Solusi Masalah Politik Nasional Maupun Global
  Tahun Politik Segera Tiba, Jaga Kerukunan Serta Persatuan Dan Kesatuan
  Memasuki Tahun Politik, HNW Ingatkan Pentingnya Siaran Pemberitaan yang Sehat
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2