Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
Minyak
Harga Minyak Naik, Produsen Khawatir Bahan Baku Ikut Terkerek
Monday 04 Feb 2013 09:49:18
 

Minyak mentah.(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Kenaikan harga minyak mentah yang biasanya diikuti oleh kenaikan harga bahan baku plastik, petrokimia, dikhawatirkan akan menekan omzet industri kemasan pada kuartal I/2013.

Direktur Pengembangan Bisnis Indonesia Packaging Federation (IPF) Ariana Susanti mengatakan kenaikan harga bahan baku otomatis akan menaikan harga barang sehingga permintaan dikhawatirkan turun.

"Harga minyak mentah sangat mempemgaruhi industri karena 53% produk kemasan berbahan plastik. Sementara 40% kebutuhan petrokimia masih impor," ujarnya, Minggu (3/2).

"Awal tahun ini kita melihat harga minyak naik tidak seperti biasanya. Kalau masih terus meningkat, kemungkinan produk juga naik," tambahnya.

Menurut catatan, harga minyak mentah di Amerika Serikat selama Januari tercatat naik US$ 5 per barel. Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, berada pada level US$ 97,49 per barel.

Sementara di London, minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Maret naik 55 sen per barel menjadi 115,55 dolar AS.

Padahal, tanpa kenaikan harga minyak, industri kemasan sudah cukup tertekan oleh iklim industri yang kurang menunjang pada awal tahun ini.

Ariana menaksir omzet kemasan pada kuartal I stagnan atau sama dengan raihan omzet kuartal I tahun sebelumnya sekitar Rp 10 triliun. Mandeknya pertumbuhan industri disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya cuaca buruk, kenaikan upah, dan tarif dasar listrik.

"Banjir yang kemarin bisa berdampak terhadap penurunan omzet sekitar 10% pada Januari, ditambah kenaikan tarif dasar listrik dan upah, saya rasa kuartal I ini stagnan," katanya, seperti yang dikutip dari bisnis.com, pada Minggu (3/2).

Walau tertekan, Ariana berharap industri kemasan masih tumbuh setidaknya 10% menyusul peningkatan konsumsi pada masa kampanye politik jelang pemilihan umum presiden 2014.(arh/bsn/bhc/rby)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2