Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
IWO
IWO Kecam Pelecehan Wartawan 'Profesi Bodoh' di Kota Langsa
Monday 03 Mar 2014 15:42:09
 

Kondisi kini pembangunan Gedung Pemuda dan Olah Raga Kota Langsa, Aceh.(Foto: BH/kar)
 
ACEH, Berita HUKUM - Kontraktor Proyek Pembagunan Gedung Pemuda dan Olahraga, Kota Langsa Nazar, menyebut Wartawan sebagai profesi bodoh, "kalau walikota menyebutnya, wartawan Langsa menulis di kertas taik cina (kertas eik cina dalam bahasa Aceh), kalau saya tidak sebutkan itu, saya mengatakan wartawan itu bodoh," ujar Nazar.

Hal tersebut di sampaikan Nazar saat di telpon pewarta BeritaHUKUM.com, guna meminta untuk ketemu, yang hendak mengkonfirmasi dirinya selaku kontraktor terkait pembangunan gedung Kepemudaan Kota Langsa, "itu bukan proyek saya, jumpa Anwar saja, dia yang ngurusnya," sebutnya.

Sementara Anwar, saat di hubungi awak media melalui Hendphone selulernya tidak banyak berkomentar terkait pembangunan Gedung Pemuda dan Olah Raga tersebut, hanya mengatakan, "saya sedang di simpang Ulim Kabupaten Aceh Timur, nanti sore saya hubungi". Namun, hingga berita ini di turunkan belum ada tanggapan dari pihak kontraktor.

Diketahui, Gedung Kepemudaan tersebut dikerjakan oleh kontraktor CV. KUBA dengan anggaran hampir mencapai Rp 2 milyar, namun tidak selesai-selesai, yang diduga kuat pihak kontraktor ikut bermain mata dengan pengawas, sehingga proyek tersebut tidak siap hingga kini.

Ditempat terpisah, Nazar menghubungi salah seorang wartawan Kota Langsa, meminta tolong untuk meredam berita terkait pembangunan Gedung Pemuda tersebut, dengan menyodorkan amplop berisi uang, namun di tolak pewarta BeritaHUKUM.com.

Sementara Ikatan Wartawan Online (IWO) wilayah Aceh, mengecam keras pernyataan Nazar Kontraktor CV. KUBA, Wartawan itu 'profesi Bodoh' dan walikota Langsa Usman Abdullah SE, yang menyebutkan wartawan Langsa menulis di Koran taik cina (kertas eik cina dalam bahasa Aceh), hal itu diucapkan Usman Abdullah, pada saat Pers conference dengan awak Media, usai dilantik beberapa waktu yang lalu.

Ketua Korwil IWO Provinsi Aceh Muhammad Abubakar, "kita sangat menyayangkan pernyataan seorang kepala daerah, yang menyatakan wartawan langsa menulis di Koran taik cina, itu jelas penghinaan bagi profesi Jurnalistik," ujarnya.(bhc/kar)



 
   Berita Terkait > IWO
 
  IWO Mengutuk Kekerasan Oknum Partai Lokal Terhadap Wartawan di Aceh Utara
  IWO Kecam Pelecehan Wartawan 'Profesi Bodoh' di Kota Langsa
  IWO Meminta Pemerintah dan BUMN di Aceh Jangan Gaptek
  IWO Mengutuk Prilaku Oknum Humas DPRK Kabupaten Aceh Tamiang
  IWO Aceh Minta Kapolri, Oknum Polisi Terlibat Menghalangi Tugas Jurnalistik Diproses Hukum
 
ads1

  Berita Utama
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

 

ads2

  Berita Terkini
 
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2