Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Cyber Crime    
Gunung Api
Ini Hoax, Kepala BNPB: Gunung Agung Belum Meletus, Bali Masih Aman
2017-09-24 18:29:25
 

Ilustrasi. Aktivitas kegempaan Gunung Agung.(Foto: @Sutopo_BNPB)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Rekaman video yang diunggah dalam channel Voice Video berjudul Gunung Agung Dahsyat Meletus Beberapa Saat Lalu menjadi teror bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Bali.

Ketua BNPB, Sutopo Purwo Nugroho bahkan memposting penjelasan berturut-turut dalam akun twitter-nya @SUTOPO_BNPB pada hari ini, Minggu (24/9).

Kicauan pertama dituliskannya untuk menjawab banyaknya berita hoax yang disebarkan pihak tidak bertanggung jawab lewat media sosial. Seperti rekaman video berdurasi 51 detik yang dapat diakses lewat tautan https://youtu.be/qY0Slvcr6pI itu.



Sutopo menjawab, walaupun Gunung Agung masih berstatus Awas, tetapi hingga Minggu (24/9) pagi, sekira pukul 06.00 Wita-waktu postingan dibuat, Gunung Agung masih belum meletus.

"Gunung Agung pagi ini 24/9/2017. Belum meletus. Tidak ada abu vulkanik. Status awas. Radius 9km dan sektor 12km berbahaya," tulisnya.

Sebelumnya, dirinya pun menuliskan jika Bali tetap aman dikunjungi, area berbahaya hanya radius 12 kilometer dari gunung berapi tersebut. Sutopo pun mengimbau agar masyarakat jangan menyebarkan berita hoax dalam situasi saat ini.

"Pariwisata Bali tetap aman. Jangan menyebarkan berita menyesatkan bahwa Bali tidak aman krn Gunung Agung (status) Awas. Silahkan berkunjung Bali," tulisnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Gunung Agung yang masuk status awas sejak beberapa waktu lalu diperkirakan pihak BNPB dapat meletus kapan saja. Informasi tentang kondisi terbaru gunung berapi terbesar di Bali itu pun menjadi sorotan utama netizen di dunia maya.

Seperti dalam situs video berbagi youtube. Gunung Agung menjadi hits, terbukti dari banyaknya jumlah visitor dari sebuah video, walaupun video belum lama diunggah.
itu terlihat sebuah gunung menyemburkan larva merah menyala.

Tidak ada narasi ataupun teks dalam video yang menyertakan kebenaran video tersebut. Namun, video tersebut sudah belasan ribu orang hanya dalam waktu satu hari sejak diunggah pada Sabtu (23/9) kemarin.

Beragam komentar pun bermunculan. Ada yang menanyakan tentang kebenaran video tersebut, tetapi sebagian besar menyebut jika video itu hoax dan ingin mencari keuntungan dari situasi Gunung Agung saat ini.

"Voice Video gayamu yup tonight..!!!?????!! kamu hapus video ini akan lebih bagus... Sebelum report ada pesan PENYEBAR HOAX dari akun kamu," tulis Ketut Agus Suadnyana.

Lalu beberapa saat lalu, Sutopo juga mentweet, "Penduduk Provinsi Bali tahun 2017 sekitar 4,2 juta jiwa. Tapi diberitakan 15 juta mengungsi dari G.Agung. Ini berita menyesatkan."

"17.551 jiwa pengungsi Gunung Agung hingga 23/9/2017, 18 Wita. Pendataan masih dilakukan." jelas Sutopo.

"Hoax. Ini letusan G.Sinabung tahun 2015 yang disebarkan oknum dan mengatakan letusan Gunung Agung. Sampai saat ini G.Agung belum meletus." tulis Sutopo.

"Di saat ribuan warga sekitar G.Agung mengungsi, masih saja ada orang yang menyebarkan berita menyesatkan dan bohong. Ini Hoax." tegas Sutopo.(dwi/tribunnews/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Gunung Api
 
  Ribuan Pengungsi Gunung Semeru Menanti Kepastian Relokasi
  Utamakan Evakuasi Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru
  Status Gunung Anak Krakatau Dinaikan Siaga (Level III), Radius Berbahaya Diperluas Menjadi 5 KM
  Gunung Soputan di Sulawesi Utara Meletus, Tinggi Kolom Abu Vulkanik Hingga 4 KM
  Gunung Berapi Kilauea di Hawaii Meletus, 1.700 Warga Mengungsi
 
ads1

  Berita Utama
Antisipasi Laporan Bank Dunia, Pemerintah Harus Hati-Hati Tentukan Kebijakan Fiskal dan Moneter

Tiga Kampus Muhammadiyah Ini Masuk Jajaran 10 Universitas Islam Terbaik Dunia Versi Uni Rank 2021

Sinyal Prabowo untuk Siapa, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Atau Rizal Ramli?

Penjelasan Polda Metro Soal Curhatan Fahri Calon Siswa Bintara 2021 yang Tidak Lolos

 

ads2

  Berita Terkini
 
Syarief Hasan Dukung Penuh Pancasila Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional

12 Outlet Ditemukan Pelanggaran, Anies Baswedan Cabut Izin Usaha Holywings di Jakarta

Eddy Santana Desak Percepatan Pembangunan Tol Trans Sumatera

Jangan Sampai Demi Jaga Pertumbuhan, Independensi BI Jadi Bias

Penambahan Kuota Haji Berimbas pada Pembiayaan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2