Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    

Iran Hukum Mati Mata-mata AS
Monday 09 Jan 2012 23:39:27
 

Amir Mirzai Hekmati, warga negara AS keturunan Iran (Foto: Reuters Photo)
 
TEHERAN (BeritaHUKUM.com) – Pengadilan Iran menjatuhkan hukuman mati kepada seorang warga Amerika Serikat (AS) keturunan Iran dalam kasus mata-mata untuk Badan Intelijen Pusat AS (CIA).

Kantor berita semi resmi Iran, Fars, Senin (9/1), melaporkan Amir Mirzai Hekmati telah dijatuhi hukuman mati, karena bekerja sama dengan bangsa musuh dengan menjadi anggota CIA, dan berusaha melibatkan Iran dalam terorisme.

Iran menuduh Hekmati mendapatkan pelatihan di beberapa pangkalan Amerika Serikat di Afghanistan dan Irak sebelum dikirim ke Iran. Dalam sidang Hekmati mengakui bahwa dirinya memang memiliki hubungan dengan CIA, tapi tidak pernah berniat merugikan Iran.

"Saya ditipu oleh CIA. Meskipun saya ditunjuk untuk menyusup ke dalam sistem intelijen Iran dan bertindak sebagai sumber baru bagi CIA, saya tidak pernah berniat merongrong Iran," kata Hekmati seperti dikutip Fars.

Dalam sidang bulan lalu pria berusia 28 tahun itu, mengakui semua dakwaan yang dituduhkan kepadanya. Jaksa penuntut menyebutkan bahwa Hekmati mengakui perbuatannya dalam tayangan televisi Iran beberapa hari sebelumnya.

Dia dilaporkan telah mengaku berusaha menyusupi badan intelijen Iran untuk CIA. Namun, keluarga Hekmati yang bermukim di AS menyatakan bahwa Hekmati berada di Iran untuk mengunjungi nenek-neneknya. Mereka mengatakan dakwaan terhadap Hekmati sengaja dibuat-buat.

Hekmati adalah mantan marinir AS yang juga memegang kewarganegaraan Iran. Ayahnya, Ali Hekmati membenaran putranya masuk militer pada 2001 dan bertugas sebagai penterjemah bahasa Arab.(bbc/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2