JAKARTA, Berita HUKUM - Al-quran mengakui hak asasi manusia sebagai hak yang tidak dapat dikebiri jauh sebelum pengukuhan Universal Declaration of Human Rights oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1948.
"Al-quran memberikan perlindungan dan perhormatan terhadap setiap manusia tanpa kecuali. Islam mengajarkan kita untuk mengasihi dan menyayangi sesama, bahkan kepada mereka yang berbeda keyakinan sekalipun," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Presiden menyampaikan hal ini pada bagian lain sambutannya pada peringatan Nuzulul Quran 1434 Hijriah di Istana Negara, Jumat (26/7) malam.
HAM, Presiden menambahkan, merupakan hak kodrati yang dianugerahkan Tuhan kepada setiap manusia. "Hak Asasi Manusia bersifat permanen, kekal, dan tidak boleh diubah atau dimodifikasi. Hak Asasi Manusia dalam Islam mengandung prinsip dasar tentang persamaan, kebebasan, dan penghormatan terhadap sesama," SBY menjelaskan.
"Islam juga mengakui dan menjamin hak dan kebebasan menyampaikan pendapat. Namun kebebasan berpendapat dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, tetapi kebebasan yang memiliki etika, tanggung jawab, dan aturan yang jelas," Presiden SBY melanjutkan.
Islam menganjurkan umatnya untuk menyuarakan kebenaran dan keadilan. "Di sinilah konsep kebebasan memiliki pertautan dengan hukum dan moralitas," ujar SBY.
Dalam konteks kehidupan kebangsaan masing-masing elemen bangsa harus menyadari bahwa di atas kebebasan ada hukum. "Ada etika. Kebebasan dan hukum akan memperkokoh semangat kebangsaan dan kerakyatan, sementara etika merupakan pesan ketuhanan dan kemanusiaan," SBY menegaskan.
Indonesia saat ini dipandang oleh dunia tidak sekadar sebagai negara dengan tingkat populasi muslim terbesar di muka bumi ini, tetapi juga diharapkan dapat menunjukkan eksistensi sebagai bangsa yang besar dan bermoral. "Bangsa yang konsisten mengaktualisasikan nilai-nilai universal Alquran dalam hukum dan kebebasan," Presiden mengingatkan.
Presiden sekali lagi mengingatkan bahwa Indonesia harus dapat memberikan contoh kepada dunia sebagai insan yang beradab. Pada saat yang sama, kita juga harus menampilkan Islam yang indah, Islam yang damai, dan Islam yang melarang tindak kekerasan.
"Kita harus senantiasa menunjukkan wajah Islam yang ramah dan toleran. Islam yang menjadi rahmatan lil alamin, rahmat bagi semesta alam," SBY menandaskan.(dit/pdn/bhc/rby) |