Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Kasus Wisma Atlet
Jalani Rawat Inap, Nazaruddin Langgar Penetapan Hakim
Friday 16 Mar 2012 22:09:18
 

Muhammad Nazaruddin (Foto: BeritaHUKUM.com/RIZ)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Pihak Pengadilan Tipikor, Jakarta menyatakan bahwa rawat inap yang dilakukan terdakwa perkara suap wisma atlet SEA Games XXVI/2011 Muhammad Nazaruddin adalah illegal. Pasalnya, rawat inap yang dilakukan Nazaruddin itu tanpa izin majelis hakim yang menyidiangkan perkaranya tersebut.

Menurut anggota majelis hakim perkara terdakwa Nazruddin, Herdi Agusten mengakui bahwa pihaknya memang mengeluarkan penetapan terkait kondisi Nazaruddin. Tapi penetapan itu hanya izin untuk memeriksakan kesehatannya di RS Abdi Waluyo selama satu hari saja. Sama sekali bukan untuk menjalani rawat inap seperti yang dilakukan mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat tersebut.

"Yang jelas majelis tidak pernah memberikan (izin) rawat inap. Kami juga belum terima laporan soal adanya rawat inap itu," ujar dia kepada wartawan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (16/3). Sementara diketahui, Nazaruddin telah menjalani rawat inap di RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta, sejak Kamis (15/3) kemarin.

Seperti diketahui, dalam persidangan Senin (12/3) lalu, majelis hakim yang diketuai Dharmawatiningsih telah mengeluarkan izin bagi terdakwa Nazaruddin untuk memeriksakan kesehatannya di RS Abdi Waluyo untuk Kamis (19/3). Majelis hakim memerintahkan jaksa KPK untuk melakukan pengawalan dan mengembalikan terdakwa Nazaruddin ke Rutan Cipinang, usai yang bersangkutan menjalani pemeriksaan kesehatan tersebut.

Sementara itu, anggota tim kuasa hukum terdakwa Nazaruddin, Junimart Girsang mengatakan, kliennya masih menjalani rawat inap di RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat. Ia beralasan bahwa dalam surat penetapan hakim itu, tidak dinyatakan larangan menjalankan rawat inap. "Dalam surat (penetapan) itu hanya dikatakan observasi lengkap," kata dia.

Mengenai keputusan untuk menjalani rawat inap, jelas dia, karena saran dokter. Atas hal itulah pihaknya tidak perlu mempersoalkan penetapan majelis yang hanya memberikan waktu sehari untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan. “Ini saran dokter, kalau Nazaruddin kenapa-napa, siapa yang mau tanggung jawab,” dalihnya memberi alasan.(dbs/spr)



 
   Berita Terkait > Kasus Wisma Atlet
 
  Pernyataan Yulianis, Diduga Fahri Hamzah Ikut Kecipratan Uang dari Nazaruddin
  Elza Syarief: M Nazaruddin Akan Beberkan 30 Kasus Korupsi Baru Ke KPK
  Lengkapi Berkas Anas, KPK Garap Angie
  Kalah Banding di Pengadilan Tinggi, KPK Berniat Banding Hingga ke MA
  KPK Telusuri Keterlibatan Gubernur Alex Noerdin
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia

Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia

KPK Petakan 3 Titik Rawan Korupsi APBD, Mitigasi Potensi Kebocoran Daerah Capai Rp2,37 Triliun

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2