Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Kasus BLBU
Jampidsus Enggan Jelaskan Apakah Elda akan Dijemput Paksa
Friday 27 Sep 2013 14:50:02
 

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, Andhi Nirwanto.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisaris PT Radina Niaga Mulia, Elda Devianne Adiningrat (EDA) terkesan melecehkan lembaga Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Pasalnya sudah berulang kali dipanggil untuk diperiksa, namun tak kunjung datang, malah mengirimkan surat.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), Andhi Nirwanto mengatakan Elda kemarin hanya mengirimkan surat ke Gedung Bundar Pidana Khusus, mengenai belum bisa hadir dalam pemeriksaan. EDA sendiri oleh Kejagung telah diberikan waktu selama lebih dari 3 bulan, sebagai bentuk rasa kemanusiaan karena yang bersangkutan dikabarkan sakit dan dalam recovery (pemulihan) kesehatan.

"Saya dapat laporan dari penyidik, itukan (EDA) kemarin dipanggil, yang datang surat," kata Andhi Nirwanto kepada Wartawan usai shalat Jumat di Masjid Al-Adli komplek Kejagung, jalan Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (27/6).

Ditambahkan Andhi bahwa hari ini tim Jaksa Penyidik meluncur ke rumah EDA untuk memastikan kondisi tersangka korupsi di Kementerian Pertanian oleh PT Sang Hyang Seri (PT SHS Persero), dimana EDA selaku vendor.

"Menurut tim penyidik, hari ini didatangi ke rumah, dicek kesehatannya, apa benar-benar sakit apa tidak, kan begitu," terang Andhi menjelaskan bahwa Kejaksaan serius menangani kasus ini.

Namun ketika ditanya apakah EDA akan dijemput paksa karena telah menyulitkan dan menjadikan lambatnya proses penyidikan, Jampidsus Andhi Nirwanto enggan memberikan jawaban kepastian.

Selain EDA, ada 2 tersangka lain yaitu, Karyawan PT SHS Subagyo, dan Manajer Kantor Cabang PT SHS Tegal Hartono belum juga belum ditahan Kejaksaan dan dari stake holder Kementerian Pertanian sampai kini belum ada satupun tersangka dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp55 miliar ini.

Sementara itu Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung, Setia Untung Arimuladi telah menjelaskan bahwa, dalam kasus korupsi ini 4 tersangka lain sudah ditahan, mereka masing-masing yaitu Direktur Keuangan dan SDM PT SHS tahun 2008-2011 Rachmat, mantan Direktur Produksi PT SHS tahun 2008-2011 Yohanes Maryadi Padyaatmaja, mantan Direktur Litbang PT SHS tahun 2008-2011 Nizwan Syafaat, serta Dirut PT SHS Kaharuddin.(bhc/mdb)



 
   Berita Terkait > Kasus BLBU
 
  Perkembangan Kasus BLBU Rp 209 Milyar yang di Garap Kejaksaan
  Tim Penyidik Kejagung Periksa 4 Saksi Kasus Proyek BLBU 209 Milyar
  Negara Rugi Rp112 Miliar, Untung: Pelimpahan Sudah Dilakukan Hari Ini
  3 Orang Pengawas Tanaman Diperiksa Penyidik Kejagung
  Kasus BLBU, Dirjen Kementan Kembali Dipanggil Penyidik Kejagung
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2