Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pemilu    
Pemilu
Jutaan Masyarakat Papua Masih Belum Terdaftar DPT
2018-09-01 03:42:43
 

Ilustrasi. Anggota Komisi II DPR RI Libert Kristo Ibo.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota Komisi II DPR RI Libert Kristo Ibo mengungkapkan bahwa masih ada jutaan masyarakat Papua yang belum terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Ia berharap pemerintah Indonesia melalui Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar menemukan solusi bila dalam 2-3 bulan menjelang Pemilu masih juga belum dilakukan perekaman.

"Bila tidak, dibuatkan turunan aturan PKPU ini untuk daerah tertentu seperti di Papua, karena berdasarkan kearifan lokal akan diberlakukan kebijakan khusus menyangkut hal ini," pinta Libert dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirjen Dukcapil, KPU dan Bawaslu di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (29/8).

Politisi Partai Demokrat ini berpendapat, kalau jutaan masyarakat Papua tidak bisa menggunakan hak konstitusi mereka, maka azas kedaulatan rakyat yang ada di negara ini benar-benar tidak sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) dan Undang-Undang (UU) Pemilu itu sendiri.

Selain itu, Libert juga menyampaikan bahwasanya ditemukan ketidaksesuaian data antara KPU dengan pemerintah terkait DPT di Kabupaten Yalimo, Papua. Hal tersebut diketahui setelah ia melakukan rapat dengan Kemendagri beberapa waktu yang lalu. Dimana DPT yang dikeluarkan oleh KPU lebih banyak dari yang dikeluarkan pemerintah.

"Saya takut ini adalah arena abu-abu yang bisa dipermainkan oleh oknum-oknum tertentu. Oleh sebab itu, saya minta klarifikasi atas dasar apa KPU mengeluarkan data DPT itu agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran," pungkas legislator dapil Papua ini.(es/sf/DPR/bh/sya)





 
   Berita Terkait > Pemilu
 
  Usai Gugat ke MK, Mahfud MD dan Ari Yusuf Amir Adakan Pertemuan di Rumah Ketua MA?
  PKB soal AHY Sebut Hancur di Koalisi Anies: Salah Analisa, Kaget Masuk Kabinet
  Daftar Lengkap Perolehan Suara Partai Politik Pemilu 2024, Dan 10 Partai Tidak Lolos ke Senayan
  DPD RI Sepakat Bentuk Pansus Dugaan Kecurangan Pemilu 2024
  Nyaris Duel, Deddy Sitorus PDIP dan Noel Prabowo Mania saat Debat di TV Bahas Pemilu
 
ads1

  Berita Utama
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

 

ads2

  Berita Terkini
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya

Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa

Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2