Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pemilu    
Polri
Kapolri: Anggaran Pemilu 2014 Rp 3,5 Triliun Belum Turun Semua
Tuesday 07 Jan 2014 22:03:16
 

Kapolri Jenderal Pol Drs Sutarman.(Foto: BH/put)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Menjelang tahapan Pemilu 2014 serta penentuan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Polri bersama Jajaran TNI melaksanakan Rapat Pimpinan, selama 3 hari di Gedung PTIK Jakarta Selatan, menurut Kapolri Jenderal Pol Sutarman kepada wartawan, Polri mengantisipasi setiap adanya dampak kerawanan sosial, baik itu mobilisasi massa dalam Pemilu, dan terjadi mobilisasi massa pada saat kampanye, serta adanya money politik, juga intimidasi dan lainnya yang mengganggu jalanya Pemilu 2014.

"Kita ciptaan kondisi yang aman, hingga sampai pada saat pelantikan, jangan sampai terjadi perlawanan antar peserta pemilu, dan harus tercapai pemilu yang lugas," ujar Kapolri Jenderal Pol Sutarman, Selasa (7/1) di Gedung PTIK Jakarta Selatan.

Kapolri Jenderal Pol Sutarman mengaku baru menerima Rp 1 triliun dari dana pengamanan Pemilu 2014 yang diajukan kepada pemerintah. Kapolri mengajukan anggaran pengamanan Pemilu 2014 sebesar Rp 3,5 triliun. Polri punya pengalaman dalam pengamanan Pemilu di tahun 2009 lalu.

"Hitung saja sekitar 450 Polres di Indonesia dan rata-rata Rp 8 miliar biaya satu Polres, itu sudah berapa," jelas Jenderal Pol Sutarman.

Ditanya jika ada perubahan jadwal Pemilu, karena adanya gugatan UU Pilpres dari Prof Dr Yusril Izha Mahendra ke Mahkamah Konstitusi?

"Jadwal sudah di susun KPU terinci, semua kebijakan dan semua keputusan KPU semua ada apsek kerawanan, dan ini jika tidak dipenuhi serta kebijakan yang diambil akan menjadi kerawanan, Polri sudah siap."

Ditanya apakah akan ada pergantian pimpinan Polri di daerah dalam waktu dekat menjelang Pemilu?

"Sedapat mungkin kita tidak akan melakukan pergantian atau mutasi sampai habis Pemilu, namun jika masuk masa pensiun dan melanggar ketentuan, kita akan lakukan pergantian," tegas Kapolri Jenderal Pol Sutarman.(bhc/put)



 
   Berita Terkait > Polri
 
  Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden
  Jimly: Presiden Prabowo Punya Wewenang Batalkan Perpol Nomor 10/2025
  Komjen Agus Andrianto Resmi Jabat Wakapolri Gantikan Komjen Gatot Eddy
  HUT Bhayangkara ke-77, Pengamat Intelijen Sebut Tiga Hal Ini Yang Nyata Dihadapi Polri
  Polri dan Bea Cukai Teken PKS Pengawasan Lalu Lintas Barang Masuk RI, Cegah Kejahatan Transnasional
 
ads1

  Berita Utama
Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap di DJKA Kemenhub

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Mintarsih Ungkap Hak di Balik 'Penggorengan Saham' Sorotan Menkeu Purbaya

Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap di DJKA Kemenhub

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2