Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Kasus Pesawat Latih
Kasus Rp 138,8 Miliar Pengadaan Pesawat, Anton Dipanggil Kejagung
Thursday 11 Jul 2013 17:08:00
 

Gedung Kejaksaan Agung RI.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung), sejak pukul 09:00 WIB melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang telah memenuhi panggilan, guna pengembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi 18 unit pesawat latih sayap tetap dan link simulator 2 unit, tahun anggaran 2010 - 2013, Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI).

"Dugaan tindak pidana korupsi STPI, dara pukul 9 WIB diperiksa saksi Ir. Anton Gerbono, Direktur PT Intertama Consultant, yang pokoknya terkait dengan keberadaan dan proses pengawasan yang dilakukan PT tersebut dalam kegiatan pengadaan pesawat latih," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi kepada Wartawan, Kamis (11/7).

Dijelaskan Untung, bahwa salah satu tersangka ikut dipanggil lagi hari ini yaitu Bayu Wijokongko selaku Direktur Utama PT Pasifik Putra Metropolitan, diperiksa dalam kapasitas selaku saksi.

"Pada pokoknya Bayu Wijokongko diperiksa terkait dengan pelaksanaan pengadaan pesawat latih serta proses bagaimana perusahaannya dapat menerima 100 persen pembayaran padahal diduga pekerjaan belum 100 persen," ujar Untung.

Pada kasus ini, tersangka sementara ada 3 orang, mereka yaitu Direktur Utama PT Pasifik Putra Metropolitan (PT PPM) Bayu Wijokongko, Pegawai Negeri Sipil (PNS) STPI I.G.K Rai Darmaja yang pada pengadaan ini menjabat sebagai Ketua Panitia Penerimaan Barang, dan Arwan Aruchyat, PNS yang menjabat Kepala Bagian Administrasi Umum Pejabat Pembuat Komitmen tahun 2010 sampai sekarang. Ketiga tersangka itu, kini masih dalam tahap pengembangan penyidikan.

Hal umum diketahui kasus ini bermula saat STPI melakukan pengadaan pesawat latih sayap tetap (fixed wing) sebanyak 18 unit dan link simulator dua unit pada priode 2010-2013. Proyek yang dibiayai oleh pemerintah ini nilainya mencapai Rp 138,8 miliar.

Namun hasil pengecekan Kejaksaan menyebutkan, jumlah pesawat bersama link simulatornya hanya 6 unit. Padahal pembayaran kepada pihak kontraktor sudah selesai 100 persen pada 14 Desember 2012.

Disampaikan Untung bahwa Kejaksaan Agung hingga saat ini masih menyita 12 pesawat latih fixed wing. Penyitaan dilakukan terkait penetapan 3 tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan 18 pesawat, dan dua alat link simulator di Badan Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Banten.(bhc/mdb)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

 

ads2

  Berita Terkini
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya

Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa

Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2