Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Kasus BLBU
Kasus Rp 500 Miliar PT SHS, 9 Saksi di Panggil Penyidik
Friday 28 Jun 2013 01:50:53
 

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi kepada Wartawan, Kamis (27/6) di Jakarta.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Penyidik Kejaksaan, masih terus mengembangkan pemeriksaan dan penyidikan dugaan korupsi pengadaan bibit padi, jagung dan kedelai untuk petani oleh PT Sang Hyang Seri (SHS) di Kementerian Pertanian (Kementan) yang hingga saat ini jumlah kerugian negara belum dapat dipastikan nominalnya.

"Sembilan orang dipanggil penyidik hari ini, guna penanganan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan benih oleh PT SHS (Persero) tahun 2008 sampai dengan tahun 2012," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi kepada Wartawan, Kamis (27/6) di Jakarta.

Sembilan orang saksi tersebut yaitu, H Atang, pemilik perusahaan dagang berkah tani, Entang Rutandi, pemilik perusahaan dagang gunung jaya, Johan Iskandar, pemilik toko berkah, Hj Betty Hidayat, pemilik toko sumber bahagia, mereka diperiksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur, Bogor, kecuali Entang Rutandi yang tidak memenuhi panggilan Penyidik.

Hj Zaini, pemilik Usaha Dagang Putra Tunggal, Sukari, pemilik toko Mirah, keduanya diperiksa di Nganjuk, tepatnya di gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur. Sedangkan Sudargo, pemilik toko/kios Anugerah Tani diperiksa di Purwokerto, Kejati Jawa Tengah bersama Tyas, pemilik toko/kios Jambul dari Magelang.

Sementara itu Saksi yang merupakan pemilik toko/kios Sahabat dari Mamuju yang diagendakan pemeriksaannya di Kejati Sulawesi Selatan, tidak hadir memenuhi panggilan.

Seperti telah umum dijelaskan Kapuspenkum Kejagung, Setia Untung Arimuladi, bahwa kasus ini terkait proyek pengadaan benih di Kementerian Pertanian tahun 2008-2012, dimana proyek ini meliputi program benih bersubsidi, Cadangan Benih Nasional dan Bantuan Langsung Benih Unggul.

Penyidik Kejaksaan telah menemukan sejumlah penyimpangan, diantaranya penyimpangan biaya pengelolaan Cadangan Benih Nasional, rekayasa penentuan harga komoditas, proyek fiktif, penggelembungan harga benih, dan penyaluran benih yang tidak sesuai.

Selain sudah memeriksa puluhan orang saksi yang berhubungan dengan kasus ini, penyidik juga telah menyita sejumlah dokumen terkait proses perjanjian pengadaan benih antara Kantor Regional PT SHS dan pihak ketiga pada Wilayah Jawa Tengah (Kantor Regional II); Wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat (Kantor Regional III); Wilayah Medan, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Aceh (Kantro Regional IV); serta Wilayah Makassar, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Maluku, Ambon, dan Papua.(bhc/mdb)



 
   Berita Terkait > Kasus BLBU
 
  Perkembangan Kasus BLBU Rp 209 Milyar yang di Garap Kejaksaan
  Tim Penyidik Kejagung Periksa 4 Saksi Kasus Proyek BLBU 209 Milyar
  Negara Rugi Rp112 Miliar, Untung: Pelimpahan Sudah Dilakukan Hari Ini
  3 Orang Pengawas Tanaman Diperiksa Penyidik Kejagung
  Kasus BLBU, Dirjen Kementan Kembali Dipanggil Penyidik Kejagung
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya

Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa

Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2