Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Turki
Kedutaan Amerika Serikat di Turki Diserang
Saturday 02 Feb 2013 10:32:35
 

Suasana saat setelah kejadian.(Foto: Ist)
 
TURKI, Berita HUKUM - Dua orang tewas dalam suatu ledakan di luar Kedutaan Besar Amerika di Ankara, ibukota Turki, Jum'at (1/2).

Sedikitnya dua orang lainnya terluka dalam serangan yang menurut pejabat setempat dilakukan oleh pengebom bunuh diri.

Duta Besar Amerika, Francis Ricciardione, membenarkan bahwa seorang petugas keamanan yang berkebangsaan Turki tewas. Gambar-gambar video menunjukkan kerusakan di pos pemeriksaan, namun tak ada laporan adanya kerusakan di dalam kedutaan.

Saluran televisi Turki, NTV, melaporkan staf kedutaan dipindahkan ke ruangan-ruangan yang aman di dalam gedung.

Sejauh ini belum ada pihak yang mengaku melakukan serangan.

Sejumlah kelompok tak resmi, mulai dari separatis Kurdi, kelompok kiri sampai dengan kelompok Islamis militan beberapa tahun belakangan telah melakukan serangan di Turki, yang merupakan salah satu negara anggota NATO.

Serangan besar terakhir kali terjadi di Ankara pada tahun 2007, yang menewaskan sembilan orang dan melukai 120 lainnya. Menurut para penyelidik dari kepolisian, serangan itu dilakukan oleh seorang pengebom bunuh diri dari kelompok kiri.

Bom bunuh diri

Gubernur setempat, Alaattin Yuksel, mengatakan kepada para wartawan, "Ada dua orang yang tewas dalam pengeboman ini, seorang penjaga keamanan berkebangsaan Turki dan si pelaku pemboman," ujarnya.

Seorang saksi mata, karyawan sebuah biro perjalanan yang berkantor di depan kedutaan, menuturkan dia melihat sebuah mobil ambulans mengangkut mayat dari tempat kejadian.

Kawasan di sekitar kedutaan kini dijaga oleh Polisi. Kendati ledakan sangat keras, menurut saksi mata, kerusakan hanya terbatas di dekat terjadinya ledakan.

Kedutaan besar AS dijaga sangat ketat, namun telah lama direncanakan akan berpindah ke kawasan lain dengan alasan keamanan.(bbc/bhc/rby)



 
   Berita Terkait > Turki
 
  Mengapa Kemenangan Erdogan Penting Bagi Negara-negara Barat?
  Hagia Sophia: Salat Jumat Pertama Setelah 86 Tahun, 'Allahu Akbar, Terharu dan Merinding', Antusiasme Masyarakat Beribadah
  Perang Saudara di Suriah: Turki Kutuk Serangan Udara oleh Suriah terhadap Konvoinya
  Turki Tetap Datangkan Sistem Rudal S-400 Buatan Rusia Walau Ditentang AS
  Lira, Mata Uang Turki Terjun Bebas, Erdogan Sebut 'Ini Ulah Amerika Serikat dan Barat'
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2