Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Kasus Buku SMPN
Kejati DKI Didesak Usut Kasus Pengadaan Buku SMPN
Tuesday 08 Jan 2013 09:17:54
 

Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI diminta mengusut kasus dugaan korupsi Pengadaan Buku Bahan Ajar SMP Negeri dan MTS Negeri Kelas VII pada Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2012, karena proses lelang disinyalir sarat Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) yang berpotensi merugikan negara Rp 8,7 miliar.

Menurut Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman, Senin (7/1). Selain diduga merugikan negara, juga akan sangat merusak moral bangsa dan tidak membuat efek jera. Padahal alokasi anggaran untuk pendidikan mencapai 25% dari APBN.

Boyamin menduga kuat adanya indikasi penyimpangan prosedur dan ketentuanhukum dimana peserta lelang lain digugurkan panitia bukan karena melanggar ketentuan dan atau persyaratan yang substansial, tetapi lebih karena mencari-cari alasan.

“Hal tersebut jelas adanya dugaan penyimpangan terhadap ketentuan dan prosedur serta adanya rekayasa untuk memenangkan peserta tender tertentu. Inilah bentuk penyimpangan awal korupsi yang harus diusut pihak Kejaksaan Tinggi DKI maupun KPK,” tukasnya.

Boyamin menjelaskan, pemenang lelang urutan pertama adalah PT Golden Web dengan nilai penawaran Rp. 17.921.520.540,00. Penawaran yang diajukan PT Golden Web merupakan penawaran urutan ke 10 dari 11 peserta. Namun penawaran yang diajukan pemenang lelang urutan pertama ternyata jauh lebih tinggi daripada penawaran terendah yang diajukan perusahaan itu.

Sekedar pemberitahuan, Temprina Media Grafika yang mengajukan penawaran senilai Rp 9.194.400.000,00, pun dikalahkan sehingga terdapat selisih penawaran sebesar Rp 8.727.120.540,00. Dengan demikian diduga kuat adanya perbuatan melawan hukum yang merugikan negara dan memperkaya pihak lain.(sun/kjs/bhc/opn)



 
   Berita Terkait > Kasus Buku SMPN
 
  Kejati DKI Didesak Usut Kasus Pengadaan Buku SMPN
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2