BLANG PIDIE, Berita HUKUM - Kembali aksi kekerasan dan teror terjadi di Aceh, pada Minggu (16/3) malam. Terjadi di Kantor Partai Nasional Aceh (PNA) diberondong senjata api oleh orang tak dikenal (OTK) di Gampong Guhang, Kecamatan Blang Pidie, Aceh Barat.
Salah seorang korban luka terkena serpihan peluru di bahu kanan, korban bernama Milis Harmalina. Saat kejadian, Milis dan suaminya yang bertugas menjaga Kantor PNA, sedang duduk di dalam usai salat Maghrib.
Tiba-tiba terdengar ada suara letusan senjata. Pelaku mengenakan jaket dan helm warna hitam, dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra X warna hitam. Pelaku datang dari arah Kota Blang Pidie.
Akibat kejadian ini, dinding dan jendela posko PNA rusak akibat diberondong peluru dan mengenai Milis. Ketua Satgas PNA, T Mustiari meminta aparat terus mengawasi jalannya Pemilu 2014, sampai pelaku penembakan ditangkap.
Pasca kejadian itu, sempat terjadi kemacetan selama satu jam di Jalan Nasional, karena warga penasaran ingin melihat. Saat ini, Kantor PNA dalam penjagaan ketat petugas. Aksi teror terhadap PNA terjadi selama dua bulan terakhir.
Sebelumnya peristiwa pembakaran posko, dan pemberondongan serta penculikan terhadap beberapa calon anggota legislatif (Caleg) terus terjadi, bahkan sudah sampai di Kota Langsa, yang dulunya semasa konflik daerah ini paling aman.
Pada Sabtu (15/3) dini hari, terjadi dua peristiwa teror pemilu, pertama sekitar Pukul 21:45 WIB terjadi pembakaran Posko Pemenangan Hj. Murniwati seorang caleg DPR-K dari Partai Aceh (Parlok) di Jl. Kuala Gampoeng Sungai Paoh, Kecamatan Langsa Barat.
Kemudian pada saat yang hampir bersamaan sekitar pukul. 02:00 WIB kembali terjadi penculikan terhadap salah seorang Caleg DPR-A dari Partai NasDem (Parnas) Muslem SE, di Lorong Bale Krueng, Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota.(bhc/dbs/sul)
|