Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Kerusuhan
Kerusuhan di Swedia, Toko Rusak dan Mobil Dibakar
2017-02-22 12:36:57
 

Kerusuhan marak setelah polisi menangkap seorang tersangka pengedar narkotika.(Foto: Istimewa)
 
STOCKHOLM, Berita HUKUM - Kepolisian Swedia melakukan penyelidikan atas kerusuhan yang terjadi di Rinkbey, kawasan pinggiran ibu kota Stockholm.

Sekitar 10 anak muda yang menutup wajahnya, Senin (20/2) malam, melempari polisi dengan batu setelah seorang tersangka pengedar narkotika ditangkap.

Para perusuh juga memecahkan jendela sejumlah toko dan membakar beberapa mobil di sekitar tempat kejadian sementara seorang wartawan foto dilaporkan dipukuli.

"Situasi seperti ini tidak sering terjadi, namun disayangkan ketika terjadi," jelas juru bicara polisi, Lars Bystrom.

Insiden kekerasan ini terjadi setelah kehebohan yang diakibatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut Swedia dalam pidatonya, Sabtu (18/02) pekan lalu.

Dalam pidatonya di hadapan pendukungnya di Florida, Presiden Trump menyebut Jerman -yang tahun lalu dilanda serangan teroris- dan Swedia, yang tidak pernah menderita serangan teroris besar.

Stockholm, SwediaHak atas fotoREUTERS
Image captionPejabat Swedia menegaskan tidak ada dasar untuk menyimpulkan kejahatan meningkat di Swedia.

Presiden Trump belakangan mengatakan dia merujuk pada tayangan dokumentasi di Stasiun TV Fox News, yang melaporkan peningkatan kriminalitas setelah negara itu menerima 200.000 pengungsi sejak tahun 2013.

Namun para pejabat Swedia menegaskan tidak ada bukti-bukti yang mendukung komentar Presiden Trump tersebut.

"Tidak ada dasar untuk mengambil kesimpulan bahwa kejahatan meningkat di Swedia dan bahwa hal itu terkait dengan imigrasi," tegas Stina Holmberg dari Dewan Nasional Pencegahan Kejahatan Swedia, kepada kantor berita Reuters.

Dugaan bahwa bertambahnya jumlah pengungsi dan pendatang memicu peningkatan kriminalitas lebih didasarkan pada laporan-laporan media karena polisi Swedia tidak mencatat etnis dari tersangka pelaku, selain jenis kelamin dan usia.(BBC/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Kerusuhan
 
  Kerusuhan di Swedia, Toko Rusak dan Mobil Dibakar
  Kerusuhan Tanjung Balai Harus Ditangani Serius
  Tersangka Kerusuhan di Tanjung Balai Bertambah jadi 12 Orang
  Kembali Ribut Napi LP Tanjung Gusta di Tikam Pegawai Diam
  4 Napi Teroris di Mohon Untuk Segera Menyerahkan Diri
 
ads1

  Berita Utama
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2