Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Lingkungan    
Kasus Tanah
Komisi IV DPR Soroti Sengketa Tanah di Hutan Konservasi
Tuesday 16 Dec 2014 13:50:04
 

Ilustrasi. Air Terjun Cagar Alam di Bantimurung, Sulawesi Selatan.(Foto: Istimewa)
 
SULAWESI SELATAN, Berita HUKUM - Anggota Komisi IV DPR RI, Muhammad Nasyit Umar menyoroti sengketa tanah yang terjadi antara pemerintah dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan masyarakat adat sekitar area hutan konservasi. Hal tersebut terungkap dalam kunker Komisi IV saat meninjau Air Terjun Cagar Alam di Bantimurung, Sulawesi Selatan, Rabu (10/12).

“Masyarakat yang bermukim di areal hutan konservasi merasa sudah turun-temurun tinggal disana, sehingga mereka merasa tanah itu hak miliknya. Kalau sudah begitu, mana duluan yang memiliki Peta Batas, Dinas Kehutanan atau masyarakat adat itu?,” tanya Politisi dari Fraksi Partai Demokrat.

Menurutnya, jika masyarakat yang memang sudah lebih dulu memiliki peta batas daerah tersebut, pemerintahlah yang harus mengakui hal itu, berkasnya harus diatur. Dan jika UU Kehutanan mengatakan kalau dia dinyatakan masyarakat adat harus ada Perda dulu, datanya harus jelas. Itu juga belum dilakukan Pemda.

Ditempat yang sama anggota dari Fraksi Partai Golkar Robert Yoppy Kardinal, mengatakan kalau kasus di Manokwari masyarakatnya diajak bicara dan duduk bersama. Dia serahkan persoalan ini kepada pemerintah tetapi mereka diberi tempat di luar kawasan.

“Disini Pemdanya sangat berperan sekali, selain itu juga DPRD, tokoh masyarakat dan ketua-ketua adat atau kepala suku diajak bicara dan duduk bersama untuk mencari solusi terbaik. Mereka diberi tempat yang layak di luar kawasan. Mereka tidak boleh masuk, tidak boleh cari madu, dan tidak boleh potong kayu lagi di dalam hutan,” jelas Robert.

Sementara seorang Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bantimurung membenarkan adanya masyarakat yang bermukim di areal hutan konservasi. Kita beri hak kelola tetapi dia selalu mau memiliki dan ingin mendapatkan sertifikat lahan.

“Jadi satu-satunya jalan mereka harus direlokasi. Cuma masyarakat yang bermukim disitu kita selama ini belum ada pengakuan bahwa mereka dari masyarakat adat,” ungkap petugas tersebut.

Namun permasalahannya, LSM menuntut ke MK bahwa tanah itu bukan tanah negara. Namun di undang-undang, tanah itu merupakan seharusnya tanah negara karena berada di hutan konservasi.(iw/dpr/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Kasus Tanah
 
  Putusan Kasasi MA Inkracht, Obyek dapat di Eksekusi, Walau Ada Permohonan PK
  Kompleksitas Hukum Kepemilikan Tanah di Kecamatan Medan Satria
  Kata Pakar Hukum Agraria, Non Eksekutabel Sebelum Ingkrah
  PT Damai Putra Group Tolak Eksekusi PN Bekasi, Langkah Tegas Melawan Ketidakadilan
  Kuasa Hukum: Iwan Chandra Pemilik Resmi Surat Tanah 771 Persil 109 di Roa Malaka Tambora !
 
ads1

  Berita Utama
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2