Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
Komisi V
Komisi V DPR Janji Segera Tuntaskan RUU Arsitek
Friday 28 Aug 2015 14:27:58
 

Ilustrasi. Komplek Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita Hukum - Komisi V DPR bertekad untuk menuntaskan RUU Arsitek pada masa persidangan ini. Hal itu mengemuka saat Komisi V DPR mengadakan RDPU dengan pakar, praktisi, dan IAI terkait masukan RUU Arsitek, yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi V DPR Lasarus, di Gedung Nusantara, Rabu siang, (26/8) lalu.

"Pada Rapat Internal tahun lalu, Komisi V DPR telah memngusulkan Lima RUU tentang konstruksi, arsitek dan Jalan. prosesnya saat ini telah memasuki tahap pengharmonisasian, khusus RUU Arsitek kita berusaha mungkin untuk menyelesaikannya pada periode ini,"papar Lasarus.

Selain itu, lanjutnya, DPR juga bertekad untuk menyerap aspirasi dari para stakholder sehingga diharapkan RUU ini tidak di yudisial review di MK. "Kita mengharapkan RUU ini nantinya tidak ada yudisial review, jadi agar RUU ini obyektif dan aspiratif maka kita mengundang berbagai stakholder terkait RUU Arsitek,"jelasnya.

Dia mengharapkan, RUU Arsitek bisa berumur panjang. pasalnya, banyak RUU yang telah disahkan akhirnya terkena yudusial review di MK. "Membuat UU ini biayanya mahal dan kita butuh waktu yang cukup lama,"katanya.

Dia menambahkan, RUU Arsitek dapat menjadi payung hukum guna mengantisipasi pasar bebas kedepannya. Selain itu, juga memberikan perlindungan terhadap karya arsitek lokal dan bangunan yang bersejarah di Indonesia.

Sementara, perwakilan dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Indro Kunto Baskoro mengatakan, terdapat tiga komponen didalam RUU Arsitek pertama yaitu pengguna jasa arsitek, pemakai jasa dan publik. Yang kita perlukan saat ini, lanjutnya, yaitu UU untuk profesi seperti halnya RUU arsitek, yang mudah, dapat dilaksanakan serta fleksibel.

"Saat ini, lingkup kerja Arsitek sangat banyak mulai dari rancangan tatanan kota sampai kepada Planologi, yang menjadi ketakutan saya apabila perancangan kota masuk planologi maka perlu ditinjau kembali takutnya, nanti teman-teman planologi akan melakukan yudisial review,"tandasnya.(sugeng/dpr/bh/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional

Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional

• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2