Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
DPR RI
Komisi X Apresiasi Komitmen Kuat Pemerintah Sumsel Majukan Pendidikan
Wednesday 07 Nov 2012 08:24:24
 

Anggota Komisi X DPR, H. Nurul Qomar.(Foto: Ist)
 
SUMSEL, Berita HUKUM - Komisi X DPR RI mengapresiasi komitmen kuat Pemerintah Daerah Sumatera Selatan dalam memajukan dunia pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan program sekolah gratis hingga jenjang pendidikan 12 tahun.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi X DPR H. Nurul Qomar saat memimpin Kunjungan Kerja ke Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (6/11).

Dalam pertemuan dengan Asisten Kesra Pemda Sumsel, Qomar mengatakan Program Sekolah gratis 12 tahun ini memang baru beberapa daerah yang melaksanakannya. Diharapkan tahun 2014 program ini sudah dapat berjalan semua.

Dia menambahkan, sekolah gratis 12 tahun ini lebih tepat disebut Pendidikan Menengah Universal (PMU). Karena, katanya, yang diamanatkan dalam UU adalah Wajib Belajar 9 tahun.

Qomar mengatakan, tahun 2013 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendapat pagu anggaran sebesar kurang lebih 73 triliun. Sementara alokasi anggaran untuk bidang pendidikan di Provinsi Sumsel adalah sebesar kurang lebih Rp 944 miliar. "Anggran sebesar itu diharapkan dapat lebih meningkatkan pendidikan di Sumsel selain dari APBD," katanya.

Asisten Kesra Pemda Sumsel M. Achmad Najib mengatakan, jika selama ini muncul penilaian pesimis bagi sebagian besar masyarakat bahwa pendidikan murah di negeri ini hanyalah impian. Namun, bagi masyarakat Sumsel pendidikan murah bahkan gratis merupakan sebuah kenyataan.

Bagi Pemprov Sumsel, kemampuan Sumsel menyelenggarakan Program Sekolah Gratis hingga jenjang pendidikan 12 tahun bukanlah semata-mata karena daerah ini terkategori sebagai daerah kaya. Tetapi lebih karena adanya kemauan politik (political will) atau komitmen yang kuat terhadap dunia pendidikan di jajaran pemerintah daerah ini.

Achmad Najib menambahkan, Program Sekolah Gratis dibiayai dengan dana APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota berdasarkan kemampuan daerah dan kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota, serta APBN.

Pengalokasian dana tersebut sesuai dengan ketentuan dalam UUD 1945 yang mengamanatkan agar Pemerintah melalui APBN dan Pemerintah Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota melalui APBD wajib mengalokasikan 20 persen dana untuk pembiayaan sektor pendidikan.

Selain biaya operasioanal sekolah, Pemerintah Provinsi Sumsel juga memberikan biaya untuk pembangunan sarana prasarana pendidikan baik unit sekolah baru, ruang kelas, meubiler maupun sarana dan prasarana lainnya.

Demikian juga untuk peningkatan kualifikasi guru yang rata-rata setiap tahun terdapat 7.600 guru. Pemprov, katanya, juga memberikan beasiswa untuk program S1, S2 dan S3 baik di dalam maupun luar negeri.

Selain itu, untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus, Pemprov membuat pilot project di beberapa SD di Sumsel. "Kami berharap ke depan semua sekolah-sekolah reguler dapat menerima anak-anak yang berkebutuhan khusus apa adanya, dengan perlakuan dan bimbingan yang sama," katanya.(tt/dpr/bhc/opn)



 
   Berita Terkait > DPR RI
 
  DPR Dukung Semua Program Pemerintah Selama untuk Kesejahteraan Rakyat
  Polisi Tetapkan Pengguna dan Pembuat Plat DPR RI Palsu Jadi Tersangka
  Putusan MKMK Bisa Jadi Amunisi Politik Bagi DPR RI Memakzulkan Presiden Jokowi
  Seluruh Fraksi DPR, DPD dan Pemerintah Setuju RUU 5 Provinsi Dibawa ke Rapat Paripurna
  Ini Kisah 'Falun Gong' yang Hadir dalam Rapat Paripurna DPR-RI
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2