JAKARTA, Berita HUKUM - Menteri lingkungan hidup Prof, Dr Balthasar Kambuaya melakukan kunjungan kerja lapangan bersama wartawan dan Direktur Operasial PT Antam Teddy Badrul Zaman ke lokasi Pertambangan Emas PT ANTAM (Persero) Tbk Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor, Jawa Barat.
Kegiatan kunjungan ini merupakan bagian dari pelaksanaan serta pengawasan terhadap ketaatan peraturan di bidang lingkungan hidup pada usaha pertambangan.
"Saya pikir kita perlu bersyukur, dengan pekerjaan dan investasi tambang PT Antam yang cukup besar. Keamanan para pekerja dan keamanan lingkungan merupakan tugas saya, guna memastikan semua unit produksi ini clean dan baik," ujar Kambuaya, Senin (4/11) selepas masuk kedalam lokasi gua pertambangan dikedalaman 2 KM didalam Gunung Pongkor.
Ditambahkanya, bahwa selama beroperasi, PT Antam dinilai sudah cukup baik, dan menurutnya, PT Antam memiliki ahli-ahli dibidangnya, hasilnya kembali untuk kemaslahatan Bangsa dan Negara serta masyarakat dan lingkungan sekitar.
Kambuaya juga memastikan bisnis pertambangan PT Antam akan terus berjalan normal, walau berproduksi didalam kawasan hutan Nasional Gunung Halimun, Jawa Barat.
"Dan ini juga perlu di jaga betul, dan agar lebih hijau, bukan hanya upaya reklamasi semata," pungkas Kambuaya.
Sementara, Teddy Badrul Zaman mengatakan, untuk pengelolaan lingkungan, perusahaan tambang kami perlu memperhatikan pemanfaatan sumber daya alam, pemanfaatan limbah non B3, pengembangan masyarakat, dan pelestarian keanekaragaman hayati dilokasi pertambangan.
Selain meninjau lokasi pertambangan Kambuaya juga di dapuk melakukan pelepasan burung Elang, Ular Bido, untuk dapat kembali kehabitatnya. Rombongan juga meninjau upaya pembibitan tanaman hutan tropis dengan 8 jenis pohon, dan total 300,000 ribu bibit siap tanam.(bhc/put) |