ACEH, Berita HUKUM - Menjelang pemilihan Wali Kota Subussalam, Atmosfer politik terus menghangat Kondisi ini dikhawatirkan bisa memicu konflik antar pendukung kandidat calon.
Dibeberapa hari terakhir ini,gejala konflik antar pendukung mulai terlihat, kampanye kampanye terselubung makin gencar dilakukan, yang menyerang dan berupaya menjatuhkan calon lain dengan mengumbar sisi keburukan lawan.
Menjelang pemilihan Wali Kota pada 29 Oktober mendatang, pengrusakan Baliho pasangan kandidat sudah mulai terlihat, bahkan ada kandidat yang menyebutkan kandidat lain melakukan korupsi, dinasti, mafia tanah, isu kandidat lokal, ketidak terampilan berbicara.
Keprihatinan ini disampaikan Koordinator Wilayah Lembaga Acheh Future kota subussalam Farida Solin, Farida Solin mengatakan, "politik yang dimainkan sebagian kandidat sudah mengabaikan etika berpolitik santun yang mesti harus dikedepankan" ujarnya.
Kami menyarankan agar masyarakat Subussalam harus berani memberikan sanksi moral terhadap kandidat yang nyata-nyata mengabaikan etika berpolitik santun, kami dari Lembaga Acheh Future merasa sangat prihatin, dengan pola perpolitikan yang cenderung tidak santun.
Hal tersebut merupakan hasil dari sebuah pola pendidikan politik daerah yang tidak tuntas, "jadi cara untuk menghindarinya masyarakat jangan memberikan dukungan kepada calon yang tidak santun dalam berpolitik," pungkas farida Solin.(bhc/kar)
|