JAKARTA (BeritaHUKUM.com) - Pada Hari Pers Internasional yang jatuh pada 3 Mei, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mengingatkan Pemerintah untuk lebih serius memberikan perlindung dan jaminan terhadap kesebebasan pers. Pasalnya dari catatan LBH Pers dan Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) ada delapan kasus pembunuhan wartawan yang pelakunya belum ditangkap.
"Kita melihat pada tahun 2012 kasus kekerasan dan pembunuhan terhadap jurnalis semakin meningkat. Dari catatan kami, ada delapan kasus pembunuhan wartawan dari tahun 1996 s/d 2010, yang pelakunya belum diproses secara hukum," ujar ketua LBH Pers Hedrayana saat ditemui BeritaHUKUM.com di kantornya, kemarin.
Hendra menambahkan, misalnya kasus Udin yang sebentar lagi akan darluasa. "Contohnya kasus yang menimpa Udin. Inikan sudah enam belas tahun, dua tahun lagi kan sudah kadarluasa. Jika dibiarkan ini akan menjatuhkan kredibelitas Pemerintah dimata internasional," tambahnya.
Menurut Hendra, kasus kekerasan terhadap wartawan yang terjadi di suatu negara akan menjadi catatan hitam di dunia internasional." Dan kemungkinan lembaga-lembaga internasional yang melindungi jurnalis, membawa kasus ini ke mahkamah internasional. Dan jika itu terjadi bisa dipastikan akan menjatuhkan kredibilitas pemerintah di mata dunia," tuturnya.
Untuk itulah pihaknya berharap, kepada Pemerintah untuk serius menangani kasus ini. Sebab kasus pembuhunan terhadap wartawan bukalah kriminal murni, melainkan sudah masuk pelanggaran HAM berat.
Selain itu, Hendra menegaskan, jika pelaku dan dalang pembunuhan wartawan tertangkap, harus dihukum seberat-beratnya. "Agar ada efek jera, tetapi bagaimana bisa, toh pelakunya belum tertangkap," imbuh Hendra.
Sekedar informasi, delapan kasus pembunuhan wartawan adalah, kasus pembuhanan Fuad M Syarifuddin wartawan harian Bernas Yogyakarta, (1996), Naimullah wartawan Sinar Pagi (1997), lalu Agus Mulyawan Asia Press (1999), muhammad Jamaluddin, Kameramen TVRI (2003), Ersa Siregar, Jurnalis RCTI (2003) dan terakhir Alfred Mirulewan tabloid Pelangi (2010). (bhc/biz)
|