Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Lingkungan    
Lingkungan Hidup
Lingkungan Hidup yang Baik dan Sehat: Hak Hidup dan Hak untuk Hidup Warga Negara
Wednesday 05 Jun 2013 13:56:05
 

Peringatan Hari Lingkungan Hidup.(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Hampir di seluruh belahan negara, peringatan hari lingkungan hidup dirayakan oleh banyak kalangan dengan berbagai aktifitas kampanye penyelamatan lingkungan. Sebagai sebuah kesadaran publik, tentulah ini menjadi angin segar, bahwa isu lingkungan hidup dapat menjadi isu utama yang menjadi pembahasan di berbagai sektor dan lapisan masyarakat, Rabu (5/6).

Sayangnya kepedulian publik terhadap lingkungan hidup, tidak dibarengi dengan political willdari pengurus negara untuk merubah watak pembangunannya yang tetap bertumpu pada industri ekstraktif yang merusak lingkungan hidup dan menghancurkan sumber kehidupan rakyat, utamanya petani yang sejatinya merupakan produsen pangan yang sesungguhnya. Kebijakan berupa Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 32/2009 sebagai sebuah kebijakan lingkungan hidup yang paling progressif, tidak dilengkapi dengan kelembagaan negara yang secara sungguh-sungguh menjalankan mandatnya mulai dari eksekutif dibawah Kementrian Lingkungan Hidup, Legislatif dan juga aparat penegak hukumnya.

Kinerja kelembagaan negara dalam melindungi dan mengelola lingkungan hidup berada di angka merah. Demikian juga dengan perbaikan kerangka hukum dan kebijakan, kapasitas aparat penegakan hukum dan penegakan hukum lingkungan yang juga berada di titik terendah.

Yang ironi, isu lingkungan hidup kemudian dikooptasi oleh sistem ekonomi dan politik yang berwatak kapitalistik dan mendorongnya ke arah pasar dengan mekanisme perdagangan melalui kontrol lembaga perdagangan internasional.

Lingkungan hidup kemudian digeser menjadi komoditas pasar dan dimanfaatkan oleh korporasi untuk melanggengkan kekuasaan dan mengakumulasi keuntungan dari bisnis mereka yang rakus dan destruktif.

Situasi ini tidak lepas dari pemaknaan lingkungan hidup yang masih belum melihat isu lingkungan hidup sebaga hak asasi manusia. Lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagaimana yang diatur dalam Konstitusi merupakan hak hidup dan hak untuk hidup warga negara.

Kualitas lingkungan hidup yang buruk akan mempengaruhi kualitas hidup seseorang dan akan mengurangi esensi dari nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri. Direktur Eksekutif Nasional WALHI, Abetnego Tarigan menyatakan “dalam kerangka hak asasi manusia, utamanya pemenuhan terhadap hak atas lingkungan yang baik dan sehat tanggungjawabnya tetap ada di negara. Maka menjadi tanggungjawab negara untuk mendesak tanggungjawab korporasi atas kejahatan dan pengrusakan lingkungan hidup yang mereka lakukan”.

Yang semakin mengkhawatirkan, komunitas, gerakan rakyat dan aktifis pembela lingkungan hidup dan hak asasi manusia masih dihadapkan pada upaya kriminalisasi dan tindak kekerasan yang dilakukan oleh korporasi dan negara.

Penegakan hukum lingkungan yang diharapkan menjadi garda terakhir dalam upaya perlindungan lingkungan hidup, selalu takluk dan kalah dibawah kuasa modal dan kekuatan elit oligarki yang korup dan sistem politik yang transaksional.

Karenanya, pada peringatan hari lingkungan hidup ini, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia menyerukan agar warga negara melakukan berbagai upaya untuk memproteksi wilayahnya dari berbagai ancaman pengrusakan lingkungan hidup; publik mulai kritis pada kebijakan negara yang tidak berpihak kepada lingkungan hidup dan rakyat; mengelola konsumsinya dan bertindak sebagai konsumen yang kritis untuk mendorong tanggungjawab korporasi untuk merubah praktek buruk mereka dalam berusaha yang merusak lingkungan dan melanggar hak asasi manusia; serta publik menggunakan kekuatan politiknya untuk menentukan pemimpin negara, pemimpin daerah dan wakil rakyatnya untuk berpihak kepada lingkungan hidup dan sumber-sumber kehidupan rakyat.(wlh/bhc/rby)



 
   Berita Terkait > Lingkungan Hidup
 
  Earthling Indonesia, Cara Kaum Muda Berbuat Baik untuk Bumi
  Busyro Muqoddas: Lingkungan Hidup Kita Telah Diperkosa
  Momentum Hari Lingkungan Hidup, Legislator Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Alam
  Lingkungan Hidup sebagai Pendukung Perekonomian Indonesia
  Komisi VIII DPR Terkejut Pantai Lampu Satu Alami Abrasi Terbesar Di Indonesia
 
ads1

  Berita Utama
Irwan Fecho: Mereka Sadar Kekuasaan di Ujung Tanduk, Sehingga Demokrat Harus Jadi Kambing Hitam

Di HBA, Jaksa Agung Sampaikan 7 Perintah Harian Kepada Seluruh Jaksa

PKS: Meski Kasus Turun, Positivity Rate Indonesia Jauh Dari Standar WHO

Cara Mendapat Obat Gratis Khusus Pasien COVID-19 yang Isoman

 

ads2

  Berita Terkini
 
Atasi Pandemi Covid-19, Mulyanto Minta Pemerintah Kurangi 'Gimmick'

Hergun: Jangan Lupakan Hak Rakyat Saat PPKM Diperpanjang

Ditunjuk Jadi Kapolres Katingan, AKBP Paulus Sonny: Mohon Doanya

Kassubag Pengadaan Korlantas AKBP Satrio Wibowo Raih Promosi Jabatan Kombes di Polda Metro Jaya

Riset Menunjukkan Masyarakat Indonesia Kurang Keadaban dalam Bermedsos, Apa yang Salah?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2