Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pemilu    
Pemilu 2014
MUI-FUI Minta Parpol Islam Serius Berkoalisi di Pilpres
Monday 21 Apr 2014 14:19:10
 

Ilustrasi. Total 31,95 % perolehan QuickCount Pemilu Legislatif Partai Islam 2014 meningkat. Perolehan Suara Parpol Islam Terbesar Dalam Sejarah.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Wacana koalisi parpol Islam dalam pilpres mendatang terus bergulir. Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Umat Islam (FUI) mendorong parpol-parpol Islam agar serius mengupayakan terwujudnya koalisi.

"Kami mengetuk hati para pimpinan partai Islam agar menunjukkan amanah dan tanggungjawabnya untuk memenuhi harapan konstituen muslim. Bagi adanya koalisi strategis partai-partai Islam dan berbasis masa Islam maupun dengan partai lain. Di mana koalisi partai Islam yang menentukan leading dalam menghadapi pilpres 2014," ujar Ketua Umum MUI Din Syamsuddin.

Hal itu dikatakan Din dalam jumpa pers seruan bersama 50 perwakilan ormas Islam yang tergabung dalam FUI di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Senin (21/4). Perwakilan ormas yang hadir di antaranya PBNU, Muhammadiyah, Persis, FPI, Alwasliyah, Perti, dan PUI.

Din mengatakan MUI dan FUI mensyukuri perolehan suara partai Islam yang meningkat cukup sinifikan. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian umat Islam memberi kepercayaan dan menaruh harapan bagi terwujudnya nilai Islam dalam perpolitikan nasional Indonesia.

"Kami mendorong partai Islam untuk mensyukuri anugerah Allah SWT dengan tidak mengabaikan dukungan kepercayaan dan harapan para pemilih muslim yang mendambakan penjelmaan nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ucapnya.

Dian juga mengatakan MUI dan FUI mensyukuri berlangsungnya Pileg dengan aman dan lancar. Namun mereka menyayangkan rendahnya kualitas Pemilu karena masih terjadinya persoalan DPT, distribusi kertas suara, jual beli suara, hingga praktik uang atau suap menyuap yang menciptakan politik transaksional.

"Karena itu kami mendorong penyelanggara pemilu untuk melakukan langkah benar adil, jujur dan transparan dalam penghitungan suara dari TPS sampai dengan tingkat pusat," jelasnya.(detik/rmd/van/Rivki /bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Pemilu 2014
 
  Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
  3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
  Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
  NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
  Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
ads1

  Berita Utama
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2