Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Kasus Hambalang
Marzuki Alie Ketua DPR RI Diperiksa KPK Terkait Hambalang
Tuesday 22 Oct 2013 17:47:44
 

Ilustrasi, Dr H Marzuki Alie, SE.MM, saat memberi keterangan pers, selepas test wawancara pada Konvensi Capres Partai Demokrat.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Marzuki Alie selepas diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (22/10) siang, sabagai Saksi terkait kasus mega proyek sarana olah raga Hambalang, Bogor Jawa Barat.

Usai diperiksa, salah satu kandidat Capres pada Konvensi partai Demokrat ini mengakui bahwa, dirinya hanya dimintai keterangan mengenai proses serta ada tidaknya aliran dana pada kongres Partai Demokrat di Bandung Jawa Barat tahun 2010 lalu.

"Saya hanya ditanya satu, yaitu kongres Partai Demokrat. Tetapi saya sudah mundur sebagai Sekjen pada saat kongres, sehinga tidak mengerti bagaimana kesiapan kongres. Kemudian ditanyakan bagaimana aliran dana, saya tidak tahu ada aliran dana atau tidak, tetapi hanya mendengar," ujar Marzuki Alie dengan mengenakan jas hitam di kantor KPK, Jakarta Selatan.

Marzuki bahkan tidak dapat memastikan dari siapa dia mendengar adanya dugaan aliranana dana Hambalang ke dalam kongres partai Demorat.

"Ya suara-suara saja, dan saya tidak punya minat untuk mengetahui aliran kongres, untuk apa saya tidak mau tahu karena saya memang bukan ahlinya," ujar Marzuki.

Sementara Juru Bicara KPK, Johan Budi, membenarkan bahwa Marzuki diperiksa sebagai Saksi untuk tersangka Anas Urbaningrum, terkait penyidikan dugaan penerimaan hadiah atau janji pada Proyek Hambalang dan proyek lainnya.

"Pak Marzuki Ali diperiksa terkait saksi untuk, tersangka Anas Urbaningrum, soal cepat dan tidaknya seorang tersangka (AU) di periksa tergantung kebutuhan penyidik nantinya," ujar Johan Budi.(bhc/put)



 
   Berita Terkait > Kasus Hambalang
 
  Setelah Kopi Darat Bertiga, Mahfud MD Berjanji Melakukan Advokasi untuk Yulianis
  Anas Urbaningrum: Saya Ingin Diadili Bukan Dihakimi, Apalagi Dijaksai
  Dituntut 15 Tahun dan Denda 500 Juta, Anas Merasa Tidak Adil
  KPK Tahan Tersangka Mahfud Suroso Terkait Kasus Hambalang
  Bendum PDIP Olly Dondokambey Diperiksa KPK Lagi Soal Hambalang
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2