Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pemilu
Masyarakat Gembira Ria Jelang Pesta Demokrasi 2019, Tidak Ada Itu Politik Genderuwo!
2018-11-09 17:08:06
 

Ilustrasi. Arief Poyuono sebagai Wakil Ketua Umum DPP Gerindra.(Foto: BH /mnd)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Anak buah Prabowo, Wakil Ketua Umum DPP Parta Gerindra Arief Poyuono menyesali terkait Capres Jokowi yang mengatakan politik Genderuwo. Arief Poyuono angkat bicara, "Waduh Kangmas Joko Widodo Baper bilang Politik Genderuwo, Politik yang katanya nakut-nakuti itu politik apa ya?" kata Arief kepada pewarta BeritaHUKUM.com, pada Jumat (9/11).

Lanjutnya, Arief mempertanyakan, siapa yang suka nakut-nakuti pake Politik Genderuwo?.

Sindiran itu, diutarakan setelah sebelumnya menyindir politikus tak beretika dengan sebutan "sontoloyo", Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melontarkan sebutan "genderuwo" yang untuk para politikus tidak beretika baik dan kerap menyebarkan propaganda menakut-nakuti masyarakat.

"Justru kalau Kangmas Joko Widodo engak langsung tunjuk nama dan Politikus yang suka pake politik Genderuwo, malah Kangmas Joko Widodo yang pake politik Genderuwo dong," tukasnya mengkritisi.

Soalnya, selama dirinya sepanjang keliling Jawa, Ia merasa engak ada tuh masyarakat yang takut dan ragu-ragu atau khawatir, apalagi terjadi perpecahan jelang Pilpres dan Pemilu.

"Kan selalu ngomong ancaman perpecahan lah, tidak rukunlah, kan pihaknya Kangmas Joko Widodo sendiri atau Kangmas Joko Widodo," cetus Arief.

Lalu kemudian, Arief meminta agar, "Coba buktikan ada engga konflik di masyarakat Jelang Pilpres, udah ada belum misalnya peristiwa bentrok antar masyarakat?".

"Kan engga ada sampai saat ini?. Jadi ucapan politik Genderuwo itu sebagai bentuk strategi Kangmas Joko Widodo untuk menciptakan suasana seakan akan mencekam di masyarakat jelang Pilpres 2019, yang disebabkan Kangmas Joko Widodo karena takut kalah kali..," tegas Arief.

Arief menyampaikan setahu dirinya, masyarakat gembira ria dan bahagia kok, ditambah enggak banyak tertarik dengan urusan isu-isu perpecahan, politik identitas atau ujaran-ujaran kebencian masyarakat.

"Cuma mengeluhkan kalau di era Kangmas Joko Widodo sembako Mahal, Tarif listrik Mahal, telur Mahal dan Susah usaha, apalagi cari Kerja," ungkapnya.

"Jadi Kangmas Joko Widodo jangan Baper dan bikin Hoax di masyarakat dong! sampai bilang Politik Genderuwo segala," pungkas Arief Poyuono.(bh/mnd)




 
   Berita Terkait > Pemilu
 
  Usai Gugat ke MK, Mahfud MD dan Ari Yusuf Amir Adakan Pertemuan di Rumah Ketua MA?
  PKB soal AHY Sebut Hancur di Koalisi Anies: Salah Analisa, Kaget Masuk Kabinet
  Daftar Lengkap Perolehan Suara Partai Politik Pemilu 2024, Dan 10 Partai Tidak Lolos ke Senayan
  DPD RI Sepakat Bentuk Pansus Dugaan Kecurangan Pemilu 2024
  Nyaris Duel, Deddy Sitorus PDIP dan Noel Prabowo Mania saat Debat di TV Bahas Pemilu
 
ads1

  Berita Utama
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

 

ads2

  Berita Terkini
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya

Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa

Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2