Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Cyber Crime    
Peretas
Militer Cina Bantah Retas Komputer AS
Thursday 21 Feb 2013 09:16:47
 

Ilustrasi.(Foto: Ist)
 
CINA, Berita HUKUM - Militer Cina menyatakan laporan yang mengkaitkan unit militer negara tersebut terlibat dalam tindakan peretasan dengan sasaran AS, cacat, Rabu (20/2).

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Pertahanan mengatakan laporan itu memiliki kekurangan "pembuktian teknis" ketika menggunakan IP addresses untuk menghubungkan tindakan peretas ke unit militer.

Laporan yang mengidentifikasikan sebuah perusahaan di Shanghai digunakan oleh militer untuk meretas perusahaan AS.

AS berulangkali menyatakan kekhawatiran mengenai kejahatan cyber oleh Cina.

Dalam pernyataan kementerian pertananan Cina, yang dimuat dalam situsnya, mengatakan bahwa banyak serangan peretas yang membajak IP addresses.

Tidak ada definisi yang jelas apa yang disebut serangan peretas, dan ketika itu terjadi di lintas batas.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa "pencarian yang terjadi setiap hari" terhadap informasi online dapat disalahartikan sebagai tindakan memata-matai.

Sebelumnya, perusahaan Mandiant menyebutkan dalam laporannya telah menemukan Unit 61398 milik Angkatan Bersenjata Cina yang berbasis di Shanghai sebagai kekuatan yang paling mungkin berada di balik serangkaian peretasan.

Mandiant meyakini unit militer itu melancarkan serangan "terus menerus" terhadap berbagai sektor industri.

"Tugas Unit 61398 dianggap oleh Cina sebagai rahasia negara, tetapi kami meyakini unit tersebut terlibat dalam 'Operasi Jaringan Komputer' yang berbahaya," kata Mandiant dalam laporan yang dikeluarkan di Amerika Serikat.

Unit 61398 terletak di distrik Pudong, Shanghai, pusat keuangan dan perbankan Cina.

Menurut Mandiant, unit tersebut mungkin mempunyai ribuan staf yang mahir berbahasa Inggris dan menguasai operasi jaringan serta program komputer.

Laporan Mandiant menyebutkan unit militer itu telah mencuri data ratusan terabyte dari berbagai industri khususnya di Amerika Serikat.(bbc/bhc/rby)



 
   Berita Terkait > Peretas
 
  Hacker Serang Akun Xbox Pegawai Microsoft
  Inilah Perjalanan Mereka yang Jadi Bulan-Bulanan Hacker Cina
  Akun Twitter Kelompok Peretas Dibobol
  Microsoft Diserang Peretas?
  Militer Cina Bantah Retas Komputer AS
 
ads1

  Berita Utama
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat

 

ads2

  Berita Terkini
 
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2