Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Politik
Muhammadiyah Lakukan Penguatan Pemberdayaan Kader di Bidang Politik
2017-06-02 22:18:18
 

Sekretaris LHKP PP Muhammadiyah, AR Ghozali saat Pengajian Ramadhan 1438 H PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.(Foto: Istimewa)
 
YOGYAKARTA, Berita HUKUM - Dalam upaya penguatan sinergi ideologi dan pemberdayaan kader, Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah memiliki beberapa program unggulan yang merupakan hasil Tanwir Ambon.

Seperti dikatakan Sekretaris LHKP PP Muhammadiyah, AR Ghozali terdapat tiga program unggulan LHKP yang sesuai dengan tanwir Ambon yaitu mengintensifkan kajian terkait isu strategis, membangun jejaring yang sinergis antar kader, dan menyelenggarakan sekolah kepemimpinan nasional dalam rangka menyiapkan kader politik.

"Selain itu, LHKP saat ini sedang berusaha mendorong kader yang memiliki minat dan bakat dibidang politik," terang Ghozali pada, Jumat (2/6) dalam Pengajian Ramadhan 1438 H PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Saat ini LHKP juga sangat membutuhkan kader yang dapat bergerak dalam bidang politik. Oleh sebab itu LHKP sedang dalam proses melakukan Pemberdayaan Kader di bidang politik.

Tidak hanya itu, Ghozali melanjutkan bahwa pemberdayaan kader tersebut bertujuan agar kader dapat mengisi suprastruktur politik di lembaga-lembaga negara.

"Kader Muhammadiyah saat ini dirasa perlu untuk turut bergabung dalam penyelenggaraan politik, walaupun Muhammadiyah bukan merupakan partai politik," tegasnya.

Sebelum menutup, Gozali kembali mengatakan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah memerlukan lahan dakwah yang strategis. "Oleh sebab itu LHKP memandang bahwa politik merupakan lahan dakwah yang baik bagi Muhammadiyah," pungkasnya.(bobby/muhammadiyah/bh/sya)




 
   Berita Terkait > Politik
 
  Akademikus kritik narasi optimisme pemerintah: Jauh dari realitas, minim empati
  Dasco Gerindra: Prabowo dan Megawati Tak Pernah Bermusuhan, Saya Saksinya
  Moralitas dan Spiritualitas Solusi Masalah Politik Nasional Maupun Global
  Tahun Politik Segera Tiba, Jaga Kerukunan Serta Persatuan Dan Kesatuan
  Memasuki Tahun Politik, HNW Ingatkan Pentingnya Siaran Pemberitaan yang Sehat
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2