Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
KPK
Nama KPK Banyak Dicatut untuk Penipuan
2016-10-21 07:12:42
 

Ilustrasi. Ancaman.(Foto: Istimewa)
 
JAMBI, Berita HUKUM - Komisi Pemberantasan Korupsi menerima lebih dari 100 pengaduan dari masyarakat sepanjang 2016. Pengaduan itu menyangkut banyaknya oknum yang mengaku sebagai pegawai komisi antirasuah untuk tujuan keuntungan pribadi.

Deputi Internal Pengaduan dan Pengawasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ranu Miharja mengatakan modus oknum KPK ini sudah terj adi dan menelan korban sejumlah pejabat di tingkat pemerintahan daerah.

"Modus oknum yang mengaku KPK ini melakukan penipuan hingga intimidasi kepada pejabat di daerah," ujar Ranu usai rapat tertutup bersama Forkompimda Provinsi Jambi, Rabu (19/10).

Selain modus penipuan dan intimidasi kepada pejabat di daerah, ada juga oknum-oknum yang mengaku mempunyai kedekatan dengan pejabat KPK dan bisa mengurusi kasus. "Ini tentu sangat tidak baik bahkan mencoreng nama KPK," ungkapnya.

Ranu mencontohkan untuk wilayah Jambi, ada dua kasus yang me nimpa oknum pejabat daerah dengan kedok mengaku memiliki ke dekatan dengan anggota atau pegawai KPK.

Oknum KPK itu menjamin kasus yang dialami oleh pejabat dapat ditangani dengan imbalan tertentu. "Mereka ini menjamin korban bahwa kasus yang menimpanya clear dan Jambi sudah dua kasus yang terjadi. Bahkan dari laporan yang saya terima modusnya juga ada yang menunjukkan ID-Card [kartu identitas] KPK," katanya.

Padahal, dalam mekanisme kerja di KPK, khususnya untuk urusan dae rah, pemeriksaan maupun penindakan hukum harus dilengkapi surat tugas langsung dari Ketua KPK.

Atas dasar laporan masyarakat, dia menghimbau pejabat di daerah untuk waspada dalam mengantisipasi modus penipuan yang dilakukan oleh oknum mengatasnamakan KPK.

"Ini tujuan kita datang ke Jambi untuk mensosialisasikan upaya pencegahan. Jika ada oknum-oknum yang mengaku anggota KPK, lapor saya," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jambi Zumi Zola mengaku terkejut dengan informasi yang disampaikan KPK tentang hadirnya oknum yang mengaku anggota KPK di Jambi. "Saya minta setiap anggota SKPD [satuan kerja perangkat daerah] untuk waspada mengantisipasi penipuan dengan kedok oknum KPK ini. Kalau ada segera laporkan ke saya, biar saya teruskan ke pusat."(bisnisindonesia/kpk/bh/sya)



 
   Berita Terkait > KPK
 
  Pecah Rekor 3 kali OTT KPK dalam Sehari, Siapa Saja Pejabat yang Terseret?
  KPK Bakal Terbitkan Sprindik Baru untuk Saksi Ahli Prabowo-Gibran di MK,Ali: Sudah Gelar Perkara
  Firli Bahuri Mundur sebagai Ketua dan Pamit dari KPK
  Polda Metro Tetapkan Komjen Firli Bahuri sebagai Tersangka Kasus Peras SYL
  Ungkap Serangan Balik Koruptor, Firli: Kehadiran Saya ke Bareskrim Bentuk Esprit de Corps Perangi Korupsi Bersama Polri
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2