Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
TNI
Orasi Ilmiah Panglima TNI Dihadapan 737 Wisudawan
Sunday 26 Apr 2015 18:23:50
 

Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko memberikan Orasi Ilmiah pada Sidang Terbuka Senat dan Guru Besar Sekolat Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI), di Gedung Balai Samudera Jakarta, Sabtu (25/4).(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko didampingi Ketua STIAMI Dr. Panji Hendrarso, M.M., Ketua Yayasan ILOTAMA Drs. Djaka Permana, P.hD., dan Koordinator Kopertis Wilayah III Prof. Dr. Ilza Mayuni, M.A., memberikan Orasi Ilmiah pada Sidang Terbuka Senat dan Guru Besar Sekolat Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI), di Gedung Balai Samudera Jakarta, Sabtu (25/4).

Orasi Ilmiah dengan judul “Efektifitas Pengelolaan Daerah Perbatasan di Indonesia” yang disampaikan oleh Panglima TNI dihadapan 737 Wisudawan STIAMI, terdiri dari 48 Wisudawan Program Diploma, 564 Wisudawan Program Sarjana dan 125 Wisudawan Program Pascasarjana, dalam rangka Wisuda ke-27 Program Diploma, Program Sarjana dan Program Pascasarjana Semester Ganjil TA 2014/2015.

Dalam orasinya, Panglima TNI menyampaikan tentang perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia, terutama menyangkut tata kelola kawasan perbatasan. Ada dua perspektif yang menjelaskan spektrum permasalahan kawasan perbatasan tersebut, yaitu: Pertama, perspektif strategis, tata kelola kawasan perbatasan mencakup spektrum permasalahan yang sangat luas dengan isu-isu yang tidak dapat dipandang hanya dengan perspektif dan paradigma defense security dan law enforcement. “Tata kelola perbatasan dan kawasan perbatasan melibatkan dinamika permasalahan jangka panjang yang lebih kompleks, antara lain berkaitan dengan kesejahteraan, keamanan sosial politik dan kesetaraan terhadap akses perekonomian, layanan publik, dan pemenuhan hak-hak dasar”, ujarnya.

Kedua, perspektif borderless states dan tata kelola pemerintahan yang terbuka. Tata kelola kawasan perbatasan perlu melibatkan aktor-aktor arena negara, pasar dan masyarakat sipil dalam lingkup nasional maupun internasional. “Persoalan kawasan perbatasan mengemuka ketika terjadi berbagai krisis dan konflik keamanan non-militer, penyelundupan orang dan barang, penyeberangan kejahatan lintas negara dalam bentuk terorisme serta pernyataan protes tentang kemiskinan kawasan perbatasan yang disertai dengan ancaman untuk hijrah warga Negara”, kata Panglima TNI.

Jenderal TNI Moeldoko juga menyampaikan bahwa, terdapat empat driving forces yang mempengaruhi skenario kawasan perbatasan ke depan yaitu politik, pembangunan ekonomi, keamanan dan kesejahteraan. Skenario yang mungkin terjadi dari empat kategori yaitu, Merah Putih Berkibar Jaya, Merah Putih Setengah Tiang, Merah Putih Terkulai di Ujung Tiang dan Merah Putih Turun Tiang.

Jika tidak dilakukan intervensi-intervensi perubahan, maka plausible scenarios yang sangat mungkin terjadi adalah “Merah Putih Terkulai di Ujung Tiang” atau “Merah Putih Setengah Tiang”. Tetapi, jika intervensi perubahan dilakukan melalui inovasi kebijakan, maka skenario yang dapat diwujudkan hingga 2030 adalah “Merah Putih Berkibar Jaya”. Perubahan kearah kawasan perbatasan dengan skenario Merah Putih Berkibar Jaya bukan sesuatu yang tidak mungkin terjadi.

“Terdapat beberapa ide yang dapat dilakukan supaya mencapai skenario tersebut. Pertama, terkait isi kebijakan. Kedua, terkait implementasi kebijakan. Ketiga, terkait dalam menjalankan skenario pengelolaan kawasan perbatasan”, ujar Panglima TNI.

Sebelum mengakhiri orasinya, Panglima TNI mengingatkan tentang inovasi melalui lima faktor yang akan menjadi penentu masa depan yang ekstrim, dan hal ini juga akan bisa menjadi problem bangsa dan negara kalau kita semua tidak segera melakukan inovasi, yaitu : Pertama, Kecepatan (speed): Kecepatan perubahan akan sangat komprehensif, cepat dan menyentuh seluruh aspek kehidupan. Kecepatan teknologi informasi menciptakan dampak yang luar biasa. Kedua, Kompleksitas (complexity): Lompatan besar terhadap berbagai faktor yang tidak saling berhubungan akan berdampak langsung pada semua hal, dari pola hidup, pekerjaan, individu dan keamanan nasional.

Ketiga, Resiko (risk): Resiko baru dengan tingkat yang lebih tinggi serta ancaman (terror, kriminalitas, perubahan ekonomi global) akan mengubah semua aspek kehidupan. Keempat, Perubahan (change): Perubahan drastis dalam pekerjaan, lingkungan dan hubungan akan memaksa kita segera beradaptasi terhadap perubahan radikal. Kelima, Kejutan (surprise): Kejutan akan menjadi bagian dari hidup sehari-hari, seringkali menantang logika dan sensibilitas.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, diantaranya Aster Panglima TNI Mayjen TNI Ngakan Gede Sugiartha Garjitha, S.H., dan Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya.(tni/bh/sya)



 
   Berita Terkait > TNI
 
  Pengemudi Mobil Plat TNI Palsu Cekcok dengan Pengendara Lain Jadi Tersangka Pasal 263 KUHP
  Jenderal Maruli Simanjuntak Resmi Jadi Kepala Staf TNI AD
  Meutya Hafid: Utut Adianto Pimpin Panja Netralitas TNI Komisi I
  Komisi I DPR RI Sepakat Jenderal Agus Subiyanto menjadi Panglima TNI gantikan Laksamana Yudo Margono
  Aspek Netralitas Akan Jadi Sorotan Komisi I dalam RDPU Visi-Misi Calon Panglima TNI
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2