JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Jafar mengatakan bahwa saat ini wacana koalisi partai Islam belum disikapi dengan baik. Padahal, wacana menyatukan partai islam adalah gagasan yang baik.
"Komunikasinya tidak intens," kata Marwan di Gedung DPR, Jumat 6 September 2013. Selain itu, kata Marwan, soal figur yang ingin diajukan calon presiden juga masih dalam perdebatan.
"PKB coba untuk menggalang pertemuan partai Islam. Itu idenya baik, tapi untuk mengkonkritkan ide-ide itu cukup berat. Kumpul saja sangat sulit apalagi sampai tahapan untuk mengendors seseorang untuk jadi capres dan cawapres," kata Marwan.
Meski demikian, PKB tetap berharap ide ini ditanggapi sehingga konsolidasi bisa segera dilakukan.
Menurut dia, koalisi partai Islam bisa menjadi salah satu cara untuk memperjelas arah pencapresan. "Semua tidak jelas arahnya, semua pengen nyalon (capres)," kata dia.
Salah satu politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq menilai ide koalisi partai Islam untuk Pilpres 2014 sudah tak relevan. Mahfudz menegaskan, budaya politik primordial justru membuat proses demokratisasi di Indonesia mundur.
"Selain itu, sekarang ini sulit membeda-bedakan mana partai Islam dan mana yang bukan Islam," katanya, seperti dikutip dari viva.co.id.
Ketua Komisi I DPR ini melanjutkan, ide yang perlu dikembangkan saat ini adalah politik kebangsaan. Di mana, semua pihak memilih pemimpin berdasarkan kemampuan dan kinerja. "Bukan berdasarkan label-label yang primordial," tuturnya.(adi/vvc/bhc/rby) |