Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
TNI
Panglima TNI: Intelijen TNI Harus Miliki Kapasitas dan Kapabilitas
Monday 20 Apr 2015 13:31:28
 

Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko pada pembukaan Sekolah Manajemen dan Analisis Intelijen TNI Angkatan II Tahun 2015, di Aula Gatot Subroto Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Senin (20/4).(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Intelijen TNI harus memiliki kapasitas dan kapabilitas, meskipun pertumbuhan ekonomi nasional masih belum bisa memenuhi kebutuhan anggaran TNI secara utuh, untuk membangun arsitektur Intelijen TNI yang perkasa. Demikian ditegaskan Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko pada pembukaan Sekolah Manajemen dan Analisis Intelijen TNI Angkatan II Tahun 2015, di Aula Gatot Subroto Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Senin (20/4).

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa, dibentuknya Sekolah Manajemen dan Analisis Intelijen TNI diharapkan dapat melakukan konsolidasi dan sinergitas seluruh jajaran Intelijen TNI, menuju transformasi Institusi Intelijen Militer yang modern dan memiliki kesadaran, serta analisis yang kuat terhadap setiap pergerakan lingkungan strategik.

“Manajemen dan Analisis Intelijen TNI dituntut untuk menyediakan informasi, data, pengetahuan, yang sempurna untuk memenuhi kebutuhan perencanaan, dan pengambilan keputusan, karena masukan Intelijen TNI yang baik, akan menghasilkan perencanaan yang baik, dan selanjutnya pengambilan keputusan yang tepat”, ujar Panglima TNI.

“Tanpa masukan intelijen yang baik, tidaklah mungkin membuat suatu rencana, atau strategi raya, atau strategi keamanan nasional, yang memenuhi kriteria Feasible, Acceptable, Suitable. Semua arsitek perencanaan strategik sangat paham apa arti Knowledge is Power”, kata Jenderal TNI Moeldoko.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI memerintahkan kepada Komandan Satuan Induk Badan Intelijen Strategis (Dansatinduk Bais) TNI untuk mengembangkan Manajemen dan Analisis Intelijen TNI, yang sejalan dengan Short Cut dan Sapta Cipta Pokok-Pokok Kebijakan Panglima TNI, dalam upaya penguatan Intelijen TNI, Optimalisasi Interoperability TNI termasuk Interoperability Satuan Intelijen di jajaran TNI, dan mengeliminasi ego sektoral pada komunitas Intelijen TNI.

Panglima TNI juga menekankan kepada Sekolah Manajemen dan Analisis Intelijen TNI dan seluruh perwira siswa, untuk mengarahkan segenap pemikiran pada upaya membangun arsitektur Intelijen TNI yang baru. Langkah awal pada aspek manajemen adalah hilangkan dikotomi dengan adanya nama Intelijen Strategis, Intelijen Taktis dan Intelijen Teritorial, karena dikotomi tersebut telah menjadikan Intelijen TNI terkotak-kotak, yang berdampak pada tumbuhnya ego sektoral dan melemahkan kemampuan intelijen TNI. “Manajemen harus mampu menata potensi Intelijen TNI dari seluruh matra menjadi kekuatan utuh, dengan menata kedudukannya sesuai arah kepentingan”, ujarnya.

Sementara pada aspek analisis, Intelijen TNI tidak boleh membatasi hanya pada dimensi pengamanan dan sektoral, tetapi lebih luas pada sektor ideologi, politik, sosial budaya ekonomi, perdagangan, perbankan dan sektor lainnya yang bersifat nasional dan internasional.

Sekolah Manajemen dan Analisis Intelijen TNI Angkatan II Tahun 2015, diikuti oleh 33 peserta terdiri dari Angkatan Darat 28 personel, Angkatan Laut 2 personel dan Angkatan Udara 3 personel.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Kasum TNI Marsdya TNI Dede Rusamsi, Wakasad Letjen TNI M. Munir, Wakasal Laksdya TNI Widodo, S.E., M.Sc., Wakasau Marsdya TNI Bagus Puruhito, Irjen TNI Letjen TNI Syafril Mahyudin, Dansesko TNI Letjen TNI Sony Wijaya, para Asisten Panglima TNI, Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya dan beberapa pejabat teras Mabes TNI dan Angkatan.(tni/bh/sya)



 
   Berita Terkait > TNI
 
  Pengemudi Mobil Plat TNI Palsu Cekcok dengan Pengendara Lain Jadi Tersangka Pasal 263 KUHP
  Jenderal Maruli Simanjuntak Resmi Jadi Kepala Staf TNI AD
  Meutya Hafid: Utut Adianto Pimpin Panja Netralitas TNI Komisi I
  Komisi I DPR RI Sepakat Jenderal Agus Subiyanto menjadi Panglima TNI gantikan Laksamana Yudo Margono
  Aspek Netralitas Akan Jadi Sorotan Komisi I dalam RDPU Visi-Misi Calon Panglima TNI
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2