Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
TNI
Panglima TNI Canangkan Sapta Cita Pokok-Pokok Kebijakan Pimpinan TNI
Monday 22 Dec 2014 14:44:24
 

Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (22/12).(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (22/12). Rapim tersebut dihadiri oleh para Kas Angkatan, para Pangkotama TNI, para Asisten Panglima TNI dan para Kabalakpus TNI.

Dalam Rapim TNI kali ini Panglima TNI menginginkan adanya kolaborasi pemikiran top down dan bottom up guna efisiensi dan efektivitas Rapim dalam draft “Sapta Cita Pokok-Pokok Kebijakan Pimpinan TNI 2015”, untuk diendapkan dan dipikirkan uraian implementasinya, serta dikolaborasikan dengan sinergitas yang mungkin dapat dilakukan dengan kementerian terkait. Adapun draft kebijakan tersebut, adalah :

Pertama, penguatan kapasitas dan kapabilitas intelijen TNI. Kedua, optimalisasi manajemen operasi TNI dan interoperabilitas satuan operasi TNI. Ketiga, meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan prajurit TNI. Keempat, membangun interoperabilitas logistik TNI. Kelima, meningkatkan peran dan tugas teritorial TNI. Keenam, optimalisasi tugas-tugas perbantuan TNI dan Ketujuh, membangun sinergitas kelembagaan antara TNI dengan lembaga pemerintah dan non-pemerintah.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa, dalam menapaki program kerja tahun 2015 serta menyempurnakan peran dan tugas TNI kembali akan merumuskan pemikiran, yang menjadi modal dalam implementasi Renstra TNI 2015-2019 yang telah diformat, guna mencapai kemajuan TNI yang lebih baik, yang setidaknya untuk jangka pendek satu tahun ke depan di tahun 2015. Dan hal ini menurut panglima TNI bukan semata-mata akan menampilkan “We Are Different dan We Are The Solution”, serta bukan juga tidak mau berpindah dari zona nyaman, tetapi yang pasti hari esok harus lebih baik, dan perubahan adalah sebuah keniscayaan yang harus para Perwira hadapi bagi sebuah kemajuan TNI.

Menurut Panglima TNI, kita boleh berbangga bahwa pembangunan MEF TNI hingga Renstra tahap I 2010-2014 telah mencapai ± 38% dari pembangunan kekuatan dan pengembangan kemampuan, namun besaran tersebut belum menyangkut pembangunan kesejahteraan dan belum menyentuh upaya menjaga masa pakai Alutsista yang telah dimiliki saat ini. Untuk itu Panglima TNI telah menyiapkan 3 Rencana Strategis (Renstra), yaitu Renstra Pembangunan dan Pengembangan Kemampuan TNI 2015-2019, Renstra Pembangunan Kesejahteraan Prajurit 2015-2019, dan Renstra Pemeliharaan dan Perbaikan Alutsista TNI 2015-2019. Ketiga Renstra tersebut merupakan kosistensi kita terhadap komitmen menjadikan TNI yang profesional, militan, solid, sejahtera, dicintai dan dibanggakan rakyat.

Selanjutnya dalam upaya membangun manajemen TNI yang solid dan adaptable, serta interoperabilitas operasional termasuk peran teritorial TNI, Panglima TNI menitikberatkan dalam implementasi Renstra Pembangunan dan Pengembangan Kemampuan 2015-2019, yang didalamnya secara eksplisit memuat upaya mengeleminasi ego sektoral.

Demikian juga upaya membangun perumahan dan peningkatan pelayanan kesehatan terkait kebijakan BPJS harus menjadi pemikiran kita semua, serta optimalisasi Dewan Kebijakan Penentu (Wanjaktu) Alat Perlengkapan (Alkap) dan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI harus menjadi atensi, guna mewujudkan interoperabilitas logistik TNI, dihadapkan kepada pengembangan organisasi TNI dan dinamika kebijakan pemerintah, serta dihadapkan kepada perkembangan teknologi, yang cenderung bergerak dinamis dan inovatif.

Pada sisi yang sama, penguatan kultur dan karakter prajurit juga harus menjadi bahan diskusi sehingga ditemukan solusi, guna mengeleminasi sikap dan tindakan primitif prajurit, khususnya terkait dengan sering terjadinya perkelahian dengan anggota Polri, kasus narkoba dan tindakan yang tidak bersahabat terhadap rakyat.

Rapim TNI yang dilaksanakan tanggal 22-23 Desember 2014 ini juga akan diisi ceramah dan pembekalan dari beberapa Menteri yaitu Menteri Pertahanan, Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas, Menteri Keuangan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menkopolhukam, serta Menko Kemaritiman.(tni/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > TNI
 
  Pengemudi Mobil Plat TNI Palsu Cekcok dengan Pengendara Lain Jadi Tersangka Pasal 263 KUHP
  Jenderal Maruli Simanjuntak Resmi Jadi Kepala Staf TNI AD
  Meutya Hafid: Utut Adianto Pimpin Panja Netralitas TNI Komisi I
  Komisi I DPR RI Sepakat Jenderal Agus Subiyanto menjadi Panglima TNI gantikan Laksamana Yudo Margono
  Aspek Netralitas Akan Jadi Sorotan Komisi I dalam RDPU Visi-Misi Calon Panglima TNI
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2