Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
Chairul Tanjung
Pembelian VIVA Media, Chairul Tanjung: Saku Saya Masih Dalam
Saturday 30 Mar 2013 02:10:49
 

Chairul Tanjung.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Pengusaha terkaya kelima di Indonesia Chairul Tanjung berencana membeli semua saham yang dikendalikan oleh PT Visi Media Asia (TVOne dan ANTV dan Vivanews) senilai 1,8 miliar dollar Amerika atau sekitar Rp 17,5 triliun, dengan sistim transaksi tunai. Hal ini akan semakin menguntungkan sebab pasar iklan TV adalah perekonomian terbesar di Asia Tenggara.

Chairul Tanjung, pendiri CT Corp (sebelum 1 Desember 2011 bernama Para Group) dan sekaligus Pemimpin CT Corp, penggunaan "CT" merupakan singkatan inisial namanya. CT merupakan konglomerat Perbankan (Bank Mega), Media, serta perkebunan Kelapa Sawit. Kepada Reuters Chairul mengatakan bahwa, perusahaannya ingin membeli saham di unit media dari keluarga Bakrie yang kuat di Indonesia tersebut tanpa melalui kemitraan. PT Visi Media Asia Tbk atau disebut VIVA adalah kelompok usaha media milik Bakrie & Brothers yang didirikan sejak tahun 2004.

Pembelian Visi Media akan menambah dua stasiun televisi yang sebelumnya telah dimiliki CT Corp (Trans TV dan Trans 7), yang akan memberikan pendapatan besar bagi perusahaan Tanjung, dengan pangsa pasar lebih dari 40 persen dari pendapatan iklan TV. Perusahaan media mengincar pertumbuhan di pasar iklan yang secara keseluruhan bernilai 1,7 miliar dollar Amerika pada 2011, sesuai data pemerintah belakangan ini, dimana ekspansi ekonomi Indonesia tumbuh dengan cepat.

"Kami adalah salah satu penawar yang lebih disukai. Proposal kami adalah, kami ingin membeli semuanya, saku saya masih dalam," kata Tanjung yang berusia 51 tahun ini di kamar hotelnya yang ada di Bali, tak lama usai pertemuan dengan Presiden dan Menteri kabinet dalam perannya sebagai Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN), seperti dilansir Reuters.com, Jumat (29/3).

"Hanya kami (Pembeli) yang bisa membayar tunai seratus persen, tapi kesepakatan itu belum selesai," ujar Tanjung dan menambahkan bahwa CT Corp akan mengambil pinjaman baru untuk membeli saham Visi Media. Namun Ia menolak untuk mengatakan berapa banyak jumlah pinjaman sesuai kesepakatan.

Keluarga Bakrie yang mempunyai pengaruh politik di Indonesia telah melakukan pembicaraan untuk menjual sekitar 51 persen saham di Visi Media guna membantu membiayai rencana pembelian kembali saham batubara Bumi Plc (BUMIP.L) yang terdaftar di pasar saham London, kata sumber terdekat yang mengetahui hal tersebut kepada Reuters.

Sebelumnya Bakrie memberikan harga senilai 1,2 miliar dollar, dan naik menjadi 2 miliar dollar, namun sumber-sumber terpercaya mengatakan bahwa PT Visi Media Asia akan bernilai hingga 1,8 miliar dollar. Pembicaraan seputar transaksi telah berlangsung selama tiga bulan terakhir ini dengan penawar lokal adalah CT Corp dan MNC Group, kata sumber tersebut.

Saat ini, MNC group juga bergerak dalam bidang TV dan memimpin pangsa pasar pendapatan iklan sebesar 38 persen, sedangkan CT Corp Trans Media Group, memiliki pangsa pasar pendapatan iklan sebesar 24,8 persen disusul keluarga Sariaatmadja, Elang Mahkota kelompok media yang memiliki pangsa pasar pendapatan iklan sebesar 23,8 persen, sesuai data pemerintah.(rts/bhc/mdb)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2