Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
HAM
Pemerintah Bantah Aparat Langgar HAM
Tuesday 25 Oct 2011 18:27:21
 

Menko Polhukam Djoko Suyanto (Foto: Ist)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Menko Polhukam Djoko Suyanto menegaskan bahwa upaya aparat memburu pelaku kekerasan di Papua, bukan merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Para pihak harus melihat secara jeli, aparat melakukan pengemanan atas adanya indikasi makar.

"Ada dua hal mengenai Papua, yakni pertama tentang perbuatan makar yang sudah direncanakan dengan pertimbangan matang. Aparat sudah memantau proses dari perencanaan mereka sampai memproklamirkan (kemerdekaan) itu," kata Djoko Suyanto kepada presiden di Jakarta, Selasa (25/10).

Sedangkan yang kedua, lanjut dia, tindak kekerasan di Papua itu nyata dan ada. Atasa dasar ini, Polri yang dibantu TNI melakukan pengejaran pelaku tindak kejahatan itu. “Jadi sama sekali jangan dikaitkan dengan HAM," tegasnya.

Meski tidak menyebut peran Komnas HAM dalam masalah ini, pernyataan Menko Polkam tersebut ada kaitannya dengan pengumuman Komnas beberapa waktu lalu. Mereka terus mencermati situasi Papua yang makin memanas itu.

Sebelumnya, tudingan pelanggaran HAM muncul setelah serangkain aksi kekerasan terjadi di Papua. Insiden tersebut, akibat bentrokan aparat dengan warga sipil. Saat menjaga wilayah operasi PT Freeport di Terminal Gorong-gorong yang dikepung karyawan yang sedang mogok, polisi melepas tembakan peringatan ke arah massa. Seorang karyawan tewas dan belasan lainnya luka-luka.

Selanjutnya, sikap aparat keamanan dalam upaya pembubaran Kongres Rakyat Papua (KRP) III pada pekan lalu. Polisi juga melepas tembakan peringatan ke arah ribuan peserta kongres. Tiga orang ditemukan tewas di dekat lokasi kongres. Namun, mereka yang tewas itu akibat luka benda tajam, bukan tembakan.(bci/wmr)



 
   Berita Terkait > HAM
 
  Willy Aditya Harap Peta Jalan Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat Jadi Solusi Progresif
  Prabowo Subianto Ditantang Minta Maaf ke Publik Soal Dugaan Pelanggaran HAM Masa Lalu
  Jokowi: Dengan Pikiran Jernih Saya Mengakui Pelanggaran HAM Berat Memang Terjadi
  Pemerintah Indonesia Diminta Tanggapi Serius Tuduhan Pelanggaran HAM dalam Aplikasi Pedulilindungi
  Polri Gelar Lomba Orasi Unjuk Rasa Peringati Hari HAM
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2